Waktu
sudah agak sorean menjelang malam, dan tante Kristin pun memutuskan
untuk pulang. “Oke, Mil. Aku pulang dulu ya, hampir sore nih. Sampai
ketemu lagi Dimas” kata Tante Kristin sambil tersenyum penuh arti
kepadaku yang membuat aku tambah bingung dan dia melenggang menuju
carcall untuk memanggil sopirnya. Sepeninggal Tante Kristin kami menuju
food court untuk membeli minum dan istirahat. “Dim, menurut kamu Tante
Kristin gimana?” tanye Tante Prilly padaku setelah membeli minum dan
duduk ditempat yang agak memojok dan meminum minumannya.
“Mmm.. gimana apanya Tante?” jawabku bingung mendengar pertanyaan Tante Prilly sambil menyedot minuman ringan yang aku pesan.
“Ah
kamu ini, pura-pura nggak ngerti apa emang nggak ngerti? Ya sifat
orangnyalah, bodynyalah, facenyalah dan lain-lainnyalah” jawab Tante
Prilly agak sewot.
“Oo, kalo sifatnya sih saya belum
tau bener, kan baru sekali ketemu, tapi keliatannya orangnya baik dan
ramah, terus kalo face dan bodinya mm.. biasa-biasa aja tuh” jawabku
sambil tersenyum.
“Emang kenapa Tante, kok Tante tanya
gitu? Bikin aku bingung aja. Terus tadi ngomongin apa sih? Kok pake
bisik-bisik terus Tante Kristin jadi aneh sikapnya” tanyaku pada Tante
Prilly.
“Dim, kamu tahukan kalo Tante Kristin itu sudah
lama hidup sendiri sejak pisah sama suaminya. Nah tadi waktu Tante
Kristin lihat kamu dia langsung tertarik sama kamu, dan dia nanyain
tentang kamu terus ke Tante sebab dia nggak percaya kalo kamu itu
keponakan jauh Tante, jadi Tante terpaksa cerita dech kedia siapa kamu
sebenernya.
Kamu jangan marah ya, abis Tante Kristin itu suka maksa kalo keinginannya belum kesampaian” jawab Tante Prilly.
“Terus.. mm.. dia pengen sama kamu Dim.. gimana? Kamu mau nggak?” tanya Tante Prilly dengan wajah serius.
“Wah
gimana ya, repot juga nich kalo sampai dia ngomong-ngomong ke orang
lain, bisa tercemar nama Tante. Kalo menurut Tante dia bisa jaga rahasia
kita dengan cara gitu ya sudah, saya akan layani dia” jawabku serius
juga.
“Tapi nanti kamu jangan lupain Tante ya kalo sudah dekat sama dia” kata Tante Prilly was-was.
“Ah
Tante ini ada-ada saja, nggak mungkinlah saya lupa sama Tante, sayakan
kenal Tante dulu baru Tante Yo” jawabku menghibur Tante Prilly yang
terlihat agak sedih dari ekspresi mukanya.
“Yah.. sapa tahu kamu bisa dapet lebih dari Tante Kristin dan lupain Tante deh” katanya lagi sambil menghembuskan nafas.
“Jangan
kuatir Tante, saya bukan tipe orang yang gampang ngelupain jasa baik
orang kepada saya, jadi Tante tenang saja” jawabku kemudian. "Ngentot
Tante Girang Horni"
“Okelah kalo gitu nanti Tante
hubungi Tante Kristin, biar dia nanti hubungi kamu” kata Tante Prilly
kemudian. Setelah itu Tante Prilly lebih banyak diam entah apa yang ada
dalam pikirannya dan tak lama kemudian kamipun pulang.
Malamnya
Tante Kristin menghubungi aku lewat telepon. “Hallo Dimas, ini Tante
Kristin masih ingatkan?” tanya Tante Kristin dari seberang.
“O iya masih, kan baru tadi siang ketemu, ada apa Tante?” jawabku sambil bertanya.
“Tadi Tante Prilly sudah cerita belum sama kamu tentang Tante?” tanyanya lagi.
“Sudah sih, mm.. memang Tante serius?” tanyaku lagi pada Tante Kristin.
“Serius dong, gimana kamu okekan?” tanya Tante Kristin lagi.
“Kalo
gitu oke dech” jawabku singkat. Lalu kami bercakap-cakap sebentar dan
kami akhirnya kami janjian besok pagi dilobby hotel “XX” didaerah
jakarta barat dan dia akan datang lebih awal karena akan check-in dulu,
setelah itu teleponpun ditutup.
Keesokannya seperti
biasa aku memakai baju rapi seperti orang kerja supaya tidak terlalu
menyolok dan aku menunggu di lobby hotel tersebut karena aku juga datang
lebih awal, tak lama aku menunggu teleponku berdering. Cerita Sex ABG
“Hallo
Dimas, ini Tante Kristin. Tante sudah ada diatas, kamu langsung naik
aja di kamar 5757 oke? Tante tunggu ya” kata Tante beritahukan kamarnya.
“Oke
Tante saya segera kesana, saya juga sudah di lobby” jawabku singkat dan
menutup pembicaraan. Setelah mematikan teleponku agar tidak diganggu,
aku naik lift menuju kamar Tante Kristin. Sampai didepan pintu kutekan
bel dan Tante Kristin membukakan pintu.
“Ayo masuk,
udah daritadi Tante sampai dan langsung check-in. O ya, kamu mau minum
atau mau pesan makan apa? tadi sih Tante sudah pesan makan dan minum
untuk dua orang, tapi kalau kamu mau pesan yang lain pesan saja, jadi
sekalian nanti diantarnya” kata Tante Kristin sambil mempersilahkan aku
masuk dan menutup pintu. "Ngentot Tante Girang Horni"
“Yah sudah kalau Tante sudah pesan, nggak usah pesan lagi, nanti kebanyakan makanan malah bingung” jawabku.
“Kok
bingung kan buat gantiin tenaga kamu he he he” jawab Tante Kristin
bercanda. Kemudian Tante Kristin duduk di sofa besar yang ada didalam
kamar itu dan aku duduk di sebelahnya, kami berbincang-bincang sambil
menonton TV lalu aku mendekati Tante Kristin dan memeluk pundaknya,
kemudian Tante Kristin merebahkan kepalanya kepundakku, kubelai
rambutnya dan kukecup kening Tante Kristin.
“Mmm.. kamu
romantis ya Dim, pantes Prilly suka sama kamu. hh.. sudah lama Tante
nggak merasakan suasana romantis seperti ini” kata Tante Kristin sambil
menghembuskan nafas. “Ya sudahlah Tante, yang penting hari ini Tante
akan merasakan hangat dan romantisnya cinta, karena hari ini aku milik
Tante sepenuhnya” jawabku menghibur dia sambil kukecup lagi keningnya.
Tante
Kristin menatapku sendu sambil tersenyum. “Terima kasih sayang” kata
Tante Kristin. Dan kutatap matanya yang sendu dalam-dalam lalu kukecup
bibirnya. Kecupanku dibibirnya perlahan berubah menjadi ciuman lembut
yang dibalas Tante Kristin dengan lembut juga, sepertinya Tante Kristin
benar-benar ingin merasakan nikmatnya berciuman yang sudah lama tidak
dirasakannya.
Kami saling cium, saling kulum, dan
saling memainkan lidah kemulut pasangan kami. Kugelitik lidah Tante
Kristin dengan lidahku dan kusapu langit-langit mulutnya sambil kupeluk
tubuhnya dan kuraba wajah dan tengkuk serta lehernya dengan tanganku
yang lainnya.
“Ahh sayang, aku suka sekali ciuman kamu,
mm.. ciuman kamu lebut dan merangsang, mm.. kamu memang pintar
berciuman, ahh.. ayo sayang beri Tante yang lebih dari ini” kata Tante
Kristin disela-sela ciuman kami dan berciuman lagi.
Tanganku
mulai bergerak meremas kedua payudara milik Tante Kristin bergantian.
Tapi aksi kami terganggu oleh pelayan yang mengantar makanan yang
dipesan oleh Tante Kristin. Setelah pelayan keluar dan Tante Kristin
memberikan tip, tiba-tiba Tante Kristin menabrak aku dan mendorong aku
hingga terjatuh diatas tempat tidur dan dengan buas dia langsung
memelorotkan celana dan celana dalamku, hingga penisku yang masih tidur
terbebas dari sarangnya dan langsung diterkam olehnya. Cerita Sex Tante
Disedot,
dikulum dan digigitnya penisku yang mulai bangkit dengan napsu dan
buas, dan kedua tangannya tak henti-henti mengocok dan memainkan kedua
bolaku. “Ahh Tante.. pelan-pelan Tante.. ahh.. enak sekali Tante.. ohh”
desahku menahan nikmat yang diberikan oleh Tante Kristin padaku.
Tanganku hanya bisa meremas rambut Tante Kristin dan seprei kasur yang
sudah mulai berantakan, tak lama kemudian kulepaskan kepala Tante
Kristin dari penisku, kuangkat Tante Kristin dan kurebahkan dikasur.
Cerita Sex DaunMuda
“Sekarang giliranku, Tante diam
saja dan nikmati permainan ini ya” kataku sambil mengecup bibir Tante
Kristin dan mulai mencumbu Tante Kristin sementara Tante Kristin hanya
diam saja sambil menatapku dengan sendu.
Kumulai
cumbuanku dengan menciumi bibirnya dan perlahan turun kelehernya sambil
kubuka kancing baju Tante Kristin satu persatu sambil terus turun
kedadanya. Setelah kancing bajunya terbukan semua. Kuraih pengait BH
yang ada dibelakang dan kubuka sehingga ikatan BHnya terbuka dan ku
lepaskan BH Tante Kristin lewat kedua tangannya tanpa melepas baju Tante
Kristin, setelah lepas langsung kuciumi kedua payudara Tante Kristin.
Cerita Sex Janda
Kuciumi seluruhnya kecuali putingnya
yang sudah berdiri mengacung minta dikulum tapi tidak pernah kukulum,
setiap kali ciuman dan jilatanku sudah dekat dengan putingnya ciuman dan
jilatanku turun lagi kepangkal payudaranya dan terus turun sampai ke
perut dan bermain-main dipusar sambil kujilati lubang pusar Tante
Kristin lalu naik lagi terus berulangkali, kusingkap rok yang dipakai
oleh Tante Kristin kemudian tanganku mulai bekerja meraba-raba paha dan
lutut Tante Kristin lalu mulai melepaskan celana dalam yang dipakai oleh
Tante Kristin. Cerita Sex HOT
Ketika permainan mulutku
mencapai perutnya kutarik celana dalam Tante Kristin, dan Tante Kristin
mengangkat pantatnya sehingga celana dalamnya dengan mudah lepas dari
tempatnya. Kupelorotkan celana dalam Tante Kristin sampai sebatas lutut
lalu ciumanku naik lagi kearah payudaranya. Dan ketika jilatanku
mendekati puting Tante Kristin tangankupun mendekati vagina Tante
Kristin dan ketika bibir dan lidahku mulai memainkan puting Tante
Kristin tangan dan jari-jariku juga mulai bermain dibibir vagina Tante
Kristin yang ternyata sudah basah. Cerita Sex Bispak
Ketika
kukulum puting Tante Kristin yang sudah berdiri dari tadi kumainkan
juga kelentitnya dengan jari-jari tanganku yang seketika itu juga
membuat tubuh Tante Kristin melengkung keatas.
“Akhh..
Dimas.. kamu benar-benar gila sayang, kamu kejam sekali mempermainkan
Tante.. akhh.. Dimas enak sekali sayang.. akhh.. gila.. kamu bener-bener
gila sayang” teriak Tante Kristin histeris sambil tangannya meremas
seprei dan rambut kepalaku bergantian.
Tak kuhiraukan
teriakan Tante Kristin dan aku terus mengulum kedua puting dan menjilati
kedua payudara Tante Kristin bergantian. Tak lama kemudian kurasakan
vagina Tante Kristin bertambah basah dan tubuhnya mulai bergetar keras
yang disertai erangan-erangan, akhirnya Tante Kristin mendapatkan
orgasme pertamanya.
Pada saat tubuhnya mulai tenang,
kulepaskan cumbuanku di payudaranya dan langsung kuangkat kedua kakinya
sehingga kepalaku dengan mudah menuju kevaginanya dan langsung kujilat
dan kukulum serta kusedot-sedot vagina dan kelentit Tante Kristin.
"Ngentot Tante Girang Horni"
“Akhh.. ahh.. gila.. ini
namanya penyiksaan kenikmatan.. ahh.. kamu memang gila sayang.. ahh..
aku nggak kuat lagi sayang.. ahh.. terus sedot yang kuat sayang.. ahh..
tusuk dengan jarimu sayang.. ahh.. tusuk yang kuat.. ahh sayang.. Tante
mau.. ahh.. mau dapet lagi sayang.. ahh.. kamu benar-benar gila” teriak
Tante Kristin histeris memohon, lalu tubuhnya mulai bergetar lagi
merasakan orgasme kedua yang datang menghampirinya.
Kuturuti
permintaanya dengan menusukan jariku dan kumainkan jariku dengan
menyentuhkan jariku kedinding vaginanya yang berkedut-kedut sambil terus
bibir dan lidahku memainkan perannya dikelentit Tante Kristin.
Baca Juga :
Pengalaman Sexku Dioral ABG