Cerita Sex Dewasa Selingkuh di Panti Pijat
- Awalnya Pada hari selasa, kebetulan gua ama istri gua cuti kerja,
lalu kami berniat untuk cari makan siang. Di dekat tempat makan
tersebut, ternyata ada 1 ruko pijat reflexi. Di tempat reflexi tersebut
menurut penjelasan pemijatnya tidak hanya kaki saja yg di pijat tapi
juga seluruh badan, dari pundak kepala, pundak sampai kaki, dan pemijat
nya semua laki-laki. Kebetulan pada hari biasa masih sepi dan cuma ada 2
pemijat.
Ditempat itu ada 2 bilik kamar yg hanya
ditutup kain untuk yang mau dipijat semuanya dan tempat beberapa tempat
duduk untuk yang mau dipijat kakinya saja . Kita berdua akhirnya masuk
kesana untuk coba pijat reflexinya, tp karena gua laper banget, makanya
gua suruh istri gua masuk dan gua cari makan. Sebelum pergi gua liat
dulu seperti apa sih dipijatnya, istri gua yg memang hanya memakai
celana pendek dan kaos tanpa lengan, memang keliatan seksi sekali. Istri
gua kemudian berbaring dengan santai dan pertama2 memang dipijit
telapak kaki, setelah beberapa saat memperhatikan kemudian gua pamitan
untuk cari makan di keluar.
Setelah selesai makan, gua
balik lagi ke tempat refleksi itu, dan gua liat tidak ada orang lagi di
depan, jadi gua langsung masuk ke dalam, karena tidak mau menggangu gua
hanya duduk2 di depan bilik kamar istri gua. Sekilas gua dengar suara
leguhan istri gua, tp itu mungkin karena enak di pijit, tapi karena
penasaran akhirnya gua coba intip di balik kain bilik kamar tsb.
ternyata istri gua memang sedang menikmati pijatan sang pemijat. Pemijat
tsb. mulai memijat paha istri gua yang putih, pemijat itu meminta agar
istri gua tidur tengkurap mengharap tempat tidur.
Cerita Selingkuh
Lalu
pemijat itu trus memijat paha istri gua, kemudian meminta dengan sopan
agar celana pendek nya di buka saja, karena agak menggangu. Istri gua
pertama menolak, tp karena di kasih keterangan yang menyakinkan akhirnya
celana istri gua dibuka juga, tp dengan syarat ditutup selimut. Waktu
gua liat istri gua buka celana, langsung jantung gua berdebar kencang,
ada perasahaan suka melihat istri gua di sentuh oleh lelaki lain.
Setelah ditutupi kain putih, si pemijat juga langsung mulai memijat di
daerah paha, gua liat sempat menyentuh pantat nya dan daerah V nya,
istri gua mungkin percaya sama si pemijat atau memang sedang menikmati,
krn dia tidak protes sama sekali, dan ini membuat si pemijat trus
memijat daerah paha dan sekitarnya. Melihat itu gua jadi tambah gila,
sambil menggosok si adik yg memang sudah tegang berat.
Si
pemijat mungkin sengaja atau tidak, membuat kain penutupnya agak
terjatuh, sehingga dia bisa melihat langsung paha istri gua yang putih
mulus, dengan dibungkus cd saja. Sempat si pemijat terdiam melihat
pemandangan tsb. dan gau perhatikan juga ada tanda basah di cd istri
gua. Tanpa sadar istri gua , mungkin juga keenakan, trus dipijat tanpa
dilindungi kain, ini membuat si pemijat makin berani mencoba meijat
daerah pantat dan selankangan istri gua. Akhirnya si pemijat mengambil
kembali kain yg jatuh dan menutupi badan istri gua lagi, tp yg buat gua
kaget, si pemijat meminta istri gua untuk membuka bajunya karena akan di
pijat daerah punggung dan leher, setelah di beri penjelasan akhirnya
istri gua membuka bajunya sambil masih tiduran, jadi si pemijat tidak
melihat krn ditutupi kain.
Istri gua sekarang hanya
menggunakan bh dan cd saja, ntah apa yang membuat dia berani spt itu,
apa ada hipnotis ya? tp gua sangat menikmati pemandangan ini. setelah
beberapa saat memijat daerah punggung, si pemijat meminta ijin untuk
membuka kain krn ingin dikasih minyak punggungnya, istri gua hanya
mengganguk saja, tp tanpa sadar kali, si pemijat juga membuka bra istri
gua dan anehnya istri gua diam saja. Lalu si pemijat mulai menggosok
punggung istri dan gua intip si pemijat juga kadang2 melihat pinggiran
tete istri gua yg keliatan dan juga sempat menyentuh nya, krn bh nya sdh
terlepas ke samping. Kemudian si pemijat memijit leher dengan sentuhan
yang lembut, kayakya ini membuat istri gua terangsang, terdengar dari
suaranya yang mendesah.
Melihat situasi itu si pemijat
kemudian mencoba membuka kain dan mulai memijat daera pantat adn
sekitarnya dan ini membuat istri gua tambah terangsang keliatan sekali
cd nya yg ada tanda basah. Kemudian si pemijat dengan sopan membuka cd
istri gua tanpa ijin lagi, dan dia memulai aksinya dengan menggosok
gosok daerah selangkangan istri gua. Istri gua sempat bilang jangan tapi
si pemijat itu dengan lembut mengatakan tidak apa2 nikamati saja. Gua
bingung kok istri gua nurut saja, ada perasaan cemburu tp masih kalah
dengan rangsangan hebat melihat istri gua di sentuh oleh orang lain (apa
ini kelainan ya?). Si pemijat sambil membuka celananya dengan 1 tangan
krn tangan yg 1 lagi masih menggosok2 daerah clitoris di selangkangan
istri gua. Terlihat kontol si pemijat sudah ngaceng berat dan ukurannya
cukup besar dengan bulu2 yg tidak terlalu lebat, mungkin baru di cukur,
ketika akan membuka baju nya, si pemijat mengkat pantat istri gua
sedikit dan langsung menjilat nya, sehinggan dia dapat membuka bajunya.
Istri gua yang di jilat meki nya langsung keliatan spt tersengat aliran
listri, dan tidak berapa lama kemudian keliatan istri gua mengejang krn
klimaks nya.
Si pemijat tersenyum sinis, krn telah
berhasil membuat istri gua klimaks. Setelah sama2 telanjang kemudian si
pemijat membalikan badan istri gua, sehinggan kelihatan lah payudaranya
yg indah dengan putih berwarna hitam yg sdh menegang, tp dengan masih
malu2 istri gua menutupi dadanya dan bilang takut suaminya datang, dan
dengan halus si pemijat bilang tidak usah takut krn gua masih sendang
makan di luar. Akhirnya karena rangsangan yang hebat , istri gua membuka
tangannya dan oleh si pemijat tangan istri gua di pegang ke samping
kepala istri gua, sehinggan dengan leluasa si pemijat bisa melihat dada
adn ketiak istri gua yang mulus dan wangi. Si pemijat mungkin penggemar
ketiak karena ketiak istri gua di jilat dan di ciumi terus, sehingga
istri gua kegelian dan terangsang hebat.
Kemudian si
pemijat mulai melepas tangan istri gua tp posisi tangannya tetap
terlentang di samping kepala, lalu mulai menciumi payaudara istri gua
yang masih kencang krn kami blm mempunyai anak. Istri gua keliatan
sangat menikmati puting nya di isap dan di jilat. Setelah selesai
menikmati payudara istri gua di mulai menjilat vagina istri gua yg sdh
basah, krn mungkin sdh tidak tahan, akhirnya si pemijat ingin memasukkan
kontol nya tp sebelumnya dia melap vagina istri gua, mungkin karena sdh
basah dengan cairan vagina dan ludah nya. ketika mau masuk istri gua
keliatan agak kaget mungkin karena agak sakit sebab kontolnya si pemijat
lebih besar dari gua punya, mungkin itu yang ingin dirasakan oleh istri
gua. Istri gua pernah bilang kontol gua ngak besar dan dia kurang
menikmatinya, tp mau gimana lagi, krn sdh dikasih seperti ini. Si
pemijat akhirnya berhasil memasukan kontolnya dan mulai menyodoknya
serta tidak lupa menciumi payudara istri gua dan juga ketiaknya secara
bergantian.
Gua yang sdh tidak tahan akhirnya mengocok
dan mengeluarkan mani gua di sapu tangan yg gua bawa. Si pemijat setelah
10 menit keliatan mau klimaks, istri gua bilang jangan di buang
didalam, akhirnya si pemijat mencabut kontolnya dan membuang mani nya di
badan istri gua, sampai kena ke muka istri gua. Istri gua keliatan puas
sekali. Setelah istrihat sebentar gua liat mereka langsung beres2 dan
si pemijat dengan mesra me lap air main di tubuh dan muka istri gua
serta memakaikan bh istri gua dengan meremas remas lagi dan mencium
leher istri gua dengan mesranya. karena takut gua dateng maka, mereka
membereskan semuanya dengan rapi, gua diam diam langsung keluar, dan
kemudian masuk lagi, gua liat istri gua dengan wajah cerah, sedang duduk
dibangku ruang tunggu dan mengajak gua pulang.
****
Berawal
dari sahabatku Arman yang bercerita tentang seorang tukang pijat yang
hebat dan bisa dipanggil ke rumah, aku jadi tertarik. Apalagi ketika ia
berbicara tentang kemampuan tukang pijat itu meningkatkan gairah dan
kemampuan seks wanita dengan pijatan supernya. Arman bercerita dengan
cukup detail bagaimana tukang pijat itu yang katanya bernama Pak Daru,
kakek usia kepala tujuh melakukan pijatan super pada istrinya. Hasilnya
sungguh luar biasa. Aku jadi ingin mencobanya..
“Tapi loe harus inget, waktu dipijat sama Pak Daru istri loe harus bugil total. Mau nggak dia?” Arman bertanya padaku.
“Hah? Dipijat bugil? Nanti istri gue diapa-apain ama dia?
“Ya
enggak laah.. Loe juga ada disitu koq. Lagian Pak Daru itu udah tua
banget. Udah gitu dia juga pemijat profesional. Gue jamin ngga masalah.
Tapi istri loe harus setuju dulu.”
“Nanti gue coba tanya dia deh..”
“Pokoknya sip banget deh!”
Malamnya
aku bicarakan hal itu dengan Vie istriku. Aku ceritakan apa yang
kudengar dari Arman sambil memeluk tubuh mungilnya. Mulanya dia tertarik
tetapi ketika mendengar bahwa ia harus telanjang bulat mukanya langsung
merah padam.
“Malu ah.. telanjang di depan orang lain” protesnya.
“Tukang
pijatnya udah tua. Lagipula menurut Arman istrinya bilang dipijatnya
enak dan tangannya sama sekali tidak menyentuh atau meraba memek koq”
“Ih..” muka Vie semakin merah.
“Kenapa khusus cewek?”
“Nggak tau juga. Tapi coba dulu deh. Siapa tahu nanti ketagihan.”
Vie
mencubit perutku, tapi akhirnya mau juga dia mencoba. Besoknya
kuhubungi Arman untuk menanyakan cara menghubungi Pak Daru. Setelah itu
kucoba menghubungi Pak Daru dari nomor HP yang kudapat dari Arman.
Singkatnya Pak Daru akan datang ke rumahku esok malamnya dengan
perlengkapannya. Setelah itu kuberitahu Vie. Esok malamnya sesuai janji
Pak Daru tiba di rumahku. Perawakannya kurus hitam dan kelihatannya
memang sudah tua sekali. Apa bisa dia melakukan pijat? Aku
terheran-heran sendiri sementara Vie hanya melirikku dengan pandangan
ragu. Kami menuju ke ruang tamu dalam dan aku menyingkirkan meja tamu
untuk mendapatkan tempat yang luas. Aku sudah memastikan kalau pembantu
kami Darsih sudah masuk ke kamarnya. Sejenak basa-basi, Pak Daru
langsung “To the point” menghamparkan selimut tebal di lantai.
“Silakan Ibu berbaring tengkurap di atas sini” katanya sambil menunjuk selimut sebagai alas.
“Maaf, tapi saya minta Ibu melepas pakaian” sambungnya lagi.
Wajah
Vie merona merah. Dia kelihatan nervous karena itu aku membantunya
melepas dasternya sehingga hanya tinggal mengenakan bra dan celana
dalam.
“Untuk sementara begitu saja. Silahkan, Bu” Pak Daru memotong.
Vie
berbaring tengkurap diatas selimut. Pak Daru mengeluarkan dua botol
kecil obat yang menurutnya adalah obat ramuan rahasia turun temurun.
Kemudian ia membuka yang bertutup hijau dan menggosokkan minyak tersebut
pada kedua telapak tangannya. Ia mulai memijat bagian belakang hingga
samping kepala Vie dengan perlahan. Aku duduk menyaksikan. Entah kenapa
saat itu aku mulai terangsang membayangkan nantinya tubuh istriku akan
dijamah oleh kakek tua ini. Tentu saja di bawah sana penisku menegang.
Pijatan
di kepala beralih ke tengkuk Vie yang mulus dan dipenuhi rambut halus.
Nampaknya Vie merasa enak dengan pijatan Pak Daru di kepala dan
tengkuknya. Ternyata kakek tua ini hebat pijatannya. Dari tengkuk
diteruskan ke bahu Vie yang terbuka dan dilanjutkan ke lengan sampai
telapak tangan. Setelah itu Pak Daru meminta agar istriku melepas tali
bra di punggungnya. Vie melepas kaitan branya sehingga bra tersebut
sudah tidak menutupi tubuh Vie dan hanya tergeletak diantara selimut dan
kedua susunya yang tergencet sehingga menyembul ke samping. Pak Daru
mengolesi punggung Vie dengan minyak dari botol pertama dan mulai
mengurut serta memijat punggung. Vie tampak menikmati pijatan ini.
“Maaf Bu, tapi selanjutnya celana dalam harus dilepas. Bagaimana kalau suami Ibu yang melepasnya?” Pak Daru tiba-tiba berkata.
Wajah
Vie memerah lagi. Aku mengikuti permintaan Pak Daru melepas celana
dalam Vie tanpa mengubah posisinya yang tengkurap. Pantat Vie yang indah
dan celah vaginanya terlihat jelas membuat penisku semakin tegang. Pak
Daru melumuri dua bongkahan pantat Vie dengan minyak dan segera memijat
dengan perlahan. Kali ini Vie mengeluarkan suara tertahan. Jelas Vie
mulai terangsang birahinya dengan pijatan Pak Daru. Apalagi ketika Pak
Daru memijat pangkal paha bagian dalam, tarikan nafas Vie berubah
menjadi lebih berat dan matanya terpejam. Pak Daru tetap memijat seperti
tidak terjadi apa-apa. Kakek tua itu memijat pantat, paha dan kemudian
betis hingga akhirnya melakukan pijat di telapak kaki.
“Ini adalah salah satu tahap penting dalam pijatan ini” Pak Daru menjelaskan.
“Terdapat titik-titik penting di telapak kaki untuk meningkatkan gairah” lanjutnya.
Kemudian
ia mengambil botol minyak kedua bertutup merah yang dari tadi belum
pernah dipakainya. Digunakannya untuk memijat telapak kaki Vie. Kali ini
pijatannya sangat intensif dan memakan waktu cukup lama. Terkadang Vie
merintih, mungkin pijatan si kakek cukup kuat.
“Maaf
Bu, untuk tahap berikutnya saya akan memijat di daerah bagian depan
tubuh. Sebaiknya Ibu duduk bersila membelakangi saya dan menghadap ke
arah Pak Saldy agar saya tidak melihat tubuh bagian depan Ibu.” kata Pak
Daru setelah selesai memijat kaki istriku.
Kali ini
kelihatannya Vie sudah mulai terbiasa dan kemudian ia mengambil posisi
duduk bersila membelakangi Pak Daru. Tubuh indah Vie yang telanjang
bulat berhadapan denganku. Pak Daru kembali menggosokkan minyak kedua
pada telapak tangannya. Pak Daru terlebih dahulu meminta persetujuan aku
dan Vie.
“Saya minta izin kepada Pak Saldy dan Ibu Vie untuk melakukan pijatan di tubuh bagian depan Ibu Vie..”
“Silakan, Pak Daru” jawabku
“Silakan..” jawab Vie.
Langkah
pertama Pak Daru adalah melumuri bagian sekitar vagina Vie dengan
minyak dari botol bertutup merah dan mulai melakukan pijatan di daerah
itu dari belakang. Walaupun tidak menyentuh vagina, tetapi tangannya
memijat mencakup pangkal paha, pinggul depan, termasuk daerah yang
ditumbuhi bulu kemaluan. Mulut Vie sedikit terbuka. Aku tahu Vie
merasakan nikmat disamping rasa malu. Pijatan Pak Daru pasti membuat
birahinya naik ke ubun-ubun. Beberapa kali tangannya terlihat seakan
hendak menyusup ke dalam celah vagina Vie yang membuat Vie menahan nafas
tetapi kemudian beralih. Bulu kemaluan Vie dibasahi oleh minyak pijat
Pak Daru sementara Vaginanya basah oleh cairan nafsunya.
Pak
Daru melanjutkan pijatannya ke bagian perut Vie, dan memijat perut
terutama bagian pusar sehingga membuat Vie kegelian. Hanya sebentar
saja, setelah itu Pak Daru meminta Vie mengangkat tangannya.
“Maaf Bu, tapi ini adalah tahap terakhir dan saya harus memijat di bagian ketiak dan payudara. Coba angkat kedua tangan Ibu.”
Vie mengangkat tangan dan meletakkan kedua tangannya di atas kepala. Pak Daru memulai pijatannya di daerah ketiak dari belakang.
“Ihh.. geli pak..” Vie menggelinjang.
“Ditahan Bu. ”
Pak
Daru mengabaikan Vie yang sedikit menggeliat menahan geli dan
melanjutkan pijatannya di ketiak Vie. Setelah itu Pak Daru mengambil
minyaknya lagi dan dituangkan ke telapak tangannya. Selanjutnya dari
belakang tangannya meraup kedua gunung susu milik Vie yang langsung
membuat Vie mendesah. Pak Daru melakukan massage lembut pada susu Vie
yang sudah tegang. Terkadang kakek itu melakukan gerakan mengusap.
Jari-jari terampil yang memijat pada kedua susunya membuat Vie sangat
terangsang dan lupa diri, mengeluarkan suara erangan nikmat.
Aku
melotot melihat pemandangan luar biasa itu. Payudara istriku yang
berusia 27 tahun, mulus, kenyal, dan berlumur minyak sedang dicengkeram
dan diusap oleh tangan kasar hitam seorang kakek berusai 70-an,
membuatku sangat bernafsu. Berbeda dengan Pak Daru yang sama sekali
tidak bereaksi apa-apa, Vie merintih dan mendesah. Posisinya sudah
berubah tidak lagi duduk bersila, tetapi duduk mengangkang
memperlihatkan vaginanya yang sudah becek kepadaku sambil tangannya
mencengkeram rambut.
“Ukhh..” kali ini Vie mendesah
keras. Aku sangat terangsang mendengarnya. Ingin sekali aku menggantikan
Pak Daru memijat susu Vie.
Pak Daru menarik puting
susu Vie dengan telunjuk dan jempolnya dengan perlahan sehingga membuat
Vie mengeluarkan suara seperti tercekik. Sampai akhirnya Vie merintih
pelan, panjang. Vaginanya banjir. Hebat sekali pijatan si kakek ini.
“Saya
rasa sudah cukup. Silakan Ibu mengenakan pakaian. Sementara itu ada
yang ingin saya bicarakan dengan Pak Saldy” Pak Daru menyudahi aksinya.
“Ya Pak?”
Pak Daru menyerahkan sebuah botol kecil berisi carian kepadaku.
“Apa ini, Pak Daru?”
“Pijatan
saya itu membuat gairah seorang wanita meledak-ledak tetapi orgasmenya
akan menjadi lebih cepat. Selain itu ini adalah ramuan untuk membuat
susu wanita tetap kencang dan padat. Usapkan dengan gerakan memeras.
Saya yakin Pak Saldy bisa.” bisiknya sambil tersenyum.
Setelah itu aku membayar Pak Daru dan ia pamit pulang. Vie sudah mengenakan pakaiannya lagi.
“Eh.. buka lagi bajunya. Aku mau coba hasil pijatan Pak Daru.” kataku.
Vie
tidak menjawab, tetapi dari sinar matanya aku tahu saat ini dia sedang
dalam gairah yang tinggi. Mukanya merah dan nafasnya memburu. Aku segera
meraihnya dan mencium bibirnya. Ciuman yang ganas karena aku sendiri
sejak tadi menahan nafsuku melihat tubuh Vie yang sedang dipijat. Vie
membalas tak kalah bernafsu sambil melucuti pakaiannya sendiri dan
langsung melucuti pakaianku sehingga kami berdua telanjang bulat di
ruang tamu.
“Senggamai aku.. aku ingin segera ******
kamu masuk ke sini” Vie meracau sambil menunjuk vaginanya yang sudah
basah kuyup sejak tadi.
“Beres sayang.. ”
Aku
segera memutar tubuhnya menghadap dinding dan mencoba menyetubuhinya
dari belakang. Vie segera mengambil posisi tangan bertumpu pada dinding.
Dengan perlahan-lahan penisku menerobos vaginanya yang sempit dan
licin. Adalah proses yang sangat nikmat luar biasa saat penis memasuki
vagina. Aku pejamkan mataku merasakan sensasinya sementara Vie merintih
nikmat. Sampai akhirnya seluruh penisku masuk de dalam vaginanya yang
panas berlendir dan nikmat.
Baca Juga :
Main Sex sambil Dugem