Nafsuku Yang Binal Dan Om Ku Yang Perkasa
- Begitu perkasanya Om ku malam itu. Aku disetubuhinya habis-habisan
hingga aku mencapai puncak kepuasan yang sangat aku inginkan. Aku sangat
mendambakan seseorang yang sangat bisa memuaskan aku, karena nafsuku
yang besar. Sebut saja namaku Astrid, aku memiliki tubuh yang sangat
bahenol dan semok. Namun aku juga memilki nafsu yang sangat besar,
sekali aku diberi sentuhan, aku pasti langsung menggila dengan perlakuan
Sex ku dengan lawan seranjangku. Namun sampai saat ini aku hanya
mendapatkan yang biasa-biasa saja dan belum bisa memuaskan nafsuku
hingga akhirnya Om ku lah yang mampu memberikan semua yang aku dambakan.
Aku
tinggal dirumah Om ku sudah lumayan lama, karena kedua orang tuaku
diluar negri, jadi aku dititipkan kepada Om dan Tanteku. Selama tinggal
dirumah Om ku, aku mengetahui kalau om dan tante sering bertengkar, dan
jika sudah bertengkar mereka berdua saling pergi sendiri-sendiri dan tak
lagi saling menyapa. Itu merupakan hal biasa yang aku lihat
sehari-hari. Dengan om dan tanteku yang sering tidak dirumah, aku
menjadi sangat bebas, dan pergaulanku juga yang bebas membuatku semakin
Binal. Aku sering dugem dan pulang hingga dini hari, kalau om dan
tanteku keluar kota aku juga sering membawa teman cowoku kerumah untuk
memuaskan nafsu Sex ku yang membara tanpa sepengetahuan om dan tanteku.
Cerita Sex Terbaru
Waktu
itu pagi hari aku mendengar om dan tanteku bertengkar hebat, hingga
akhirnya mereka berdua pergi dan sunyilah rumah yang selalu dihiasi
dengan pertengkaran itu. Setelah aku selesai beres-beres, kemudian aku
pun berangkat kuliah dengan mobil yang diberikan oleh Om ku. Setelah
perkuliahan selesai aku pun tak langsung pulang karena dirumah pasti
juga sepi gak ada orang karena pertengkaran om dan tante tadi pagi. Aku
pun nongkrong dicafe dengan teman-temanku hingga akhirnya setelah aku
dan teman-teman merasa bosan menujulah aku kesebuah tempat dugem.
Suasana ramai dugem membuatku tenang hingga akhirnya aku minum alcohol,
namun belum sampai aku mabok aku merasa ada yang mengganjal dan aku
putuskan untuk pulang. Cerita Mesum
Sesampai dirumah,
suasana sangat sepi sekali. Aku menduga kalau om dan tante pasti gak
pulang. Aku merasa sangat haus sekali lalu Menujulah aku kebelakang
untuk mengambil minuman yang ada dikulkas. Namun saat aku membungkuk aku
sangat dikagetkan dengan kedatangan seseorang ku yang tiba-tiba
langsung memelukku dari belakang. Setelah aku menengok kebelakang
ternyata Om ku yang memelukku, aku gak tau dari mana datangnya dan.
Cerita Ngentot
“Kamu dari mana Trid”.
“Dugem sama teman-teman om”, jawabku.
“Kamu
minum alkohol ya, kecium dari bau mulutmu. Kamu nge drug ya juga ya
Trid”, kata om lagi sambil tetap memelukku dan mengajak aku duduk,
“Duduk yuk”. Dia menyalakan lampu disebelah sofa, sehingga ruang menjadi lebih terang.
“Enggak
sampe pake obat kok om, cuma kebanyakan minum”, jawabku. Saat itu aku
pake pakaian dugemku, tank top ketat dan celana super pendek. Belahan
tanktop ku rendah sehingga toketku selalu mau loncat keluar kalo aku
membungkuk. aku duduk disebelah om sambil menuangkan air dingin ke gelas
sambil menawarinya.
“Om mau minum?” Dia diam saja, matanya
menelusuri toket dan pahaku. Aku juga bisa mencium bau alkohol
dinapasnya, ternyata om baru minum bir, karena dimeja dekat sofa
tergeletak beberapa kaleng bir kosong.
“Om minum juga, ngilangin stres ya om”, kataku. Dia diam saja, tangannya memelukku.
“Dugemnya dilanjutin sama om yuk”, katanya sambil mencium pipiku.
Aku
memberontak, tapi dia mempererat peukannya, aku tenggelam dipelukannya.
Dia mulai menciumi leherku, daerah yang paling sensitif di tubuhku. Aku
mulai menggeliat akibat ciumannya. Tiba2 dia melepaskan pelukannya,
mukaku dihadapkan ke wajahnya dan dia langsung mencium bibirku. Kembali
tangan satunya segera memelukku dan tangan lainyya menyambar toketku dan
diremas2nya pelan. Aku menggeliat2, napsuku langsung naik, apalagi aku
masih berada dalam pengaruh ringan alkohol, “Om…”. Lupa bahwa yang
memelukku adalam suami tanteku. Cerita Sex ABG
Tubuhnya
bergeser merapat, bibirku terus dilumatnya. Aku mengulum bibirnya yang
tebal dan ketebalan bibirnya memenuhi mulutku. Sedang kunikmati lidahnya
yang menjelajah dimulutku, kurasakan tangan besarnya menyelusup kedalam
tank topku dan meremas toketku yang masih terbungkus bra. Toketku
ternyata tercakup seluruhnya dalam tangannya. Dan aku rasanya sudah
tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan.
Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan tank topku,
leherku dikecup, dijilat kadang digigit t. Sambil tangannya terus
meremas-remas toketku. Cerita Sex DaunMUda
Kemudian
tangannya menjalar ke punggungku dan melepas kaitan bra ku sehingga
toketku bebas dari penutup. Bibirnya menelusuri pentil kiriku, disentuh
dengan lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang
seolah seluruh toketku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan
memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar
karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah
selangkanganku. Memekku yang pasti sudah basah sekali. Lama hal itu
dilakukannya sampai akhirnya dia kemudian membuka ristsluiting celana
pendekku dan menarik celanaku ke bawah, Tinggalah celana dalam miniku ku
yang tipis yang memperlihatkan jembutku yang lebat, saking lebatnya
jembutku muncul di kiri kanan dan dibagian atas dari cd mini itu. Cerita
Dewasa
Jembutku lebih terlihat jelas karena celana
dalam ku sudah basah oleh cairan Memekku yang sudah banjir. Dibelainya
celah Memekku dengan perlahan. Sesekali jarinya menyentuh itilku karena
ketika dielus pahaku otomatis mengangkang agar dia bisa mengakses daerah
Memekku dengan leluasa. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian celana
dalam ku yang sudah basah itu dilepaskannya. Aku mengangkat pantatku
agar dia bisa melepas cdku. Telanjanglah aku dihadapan nya. Jarinya
mulai sengaja memainkan itilku. Dan akhirnya jari besar itu masuk ke
dalam Memekku. Cerita Sex HOT
Oh, nikmatnya, bibirnya
terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap
dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya sampailah ke Memekku. Kali
ini diciumnya jembutku yang lebat dan aku rasakan bibir Memekku dibuka
dengan dua jari. Dan akhirnya kembali Memekku dibuat mainan bibirnya,
kadang bibirnya dihisap, kadang itilku, namun yang membuat aku tak tahan
adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir Memekku sambil
menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan Memekku. Hanya dalam
beberapa menit aku benar-benar tak tahan. Dan aku mengejang, dengan
sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan
itilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya yang mulai menampakkan
ubannya. Hebat om, hanya dengan bibir dan lidahnya saja aku sudah
nyampe. Dia terus mencumbu Memekku, rasanya belum puas dia memainkan
Memekku hingga napsuku bangkit kembali dengan cepat. “Om, Astrid sudah
pengen dientot.” kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar. Dia
pun bangkit, mengangkat badanku yang sudah lemes dan dibawanya ke
kamarnya.
Di kamar, aku dibaringkan di tempat tidur
ukuran besar dan dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. Aku
terkejut melihat Penisnya yang besar dan panjang nongol dari bagian atas
celana dalamnya sampai hampir menyentuh pusernya, gak kebayang ada
sebesar dan sepanjang Penisnya. Kemudian dia juga melepas celana
dalamnya. Sementara itu aku dengan berdebar terbaring menunggu, Penisnya
yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir
menempel ke perut. Dan saat dia pelan-pelan menindihku, aku membuka
pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar Memekku menunggu masuknya Penis
extra gede itu.
Aku pejamkan mata. Dia mulai mendekapku
sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir Memekku mulai tersentuh
ujung Penisnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan
bibir Memekku terdesak menyamping. Terdesak Penis besar itu. Ohh, benar
benar kurasakan penuh dan sesak liang Memekku dimasuki Penisnya. Aku
menahan nafas. Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus
masuk Penisnya. Aku mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa
nikmatnya.
Terus.. Terus.. Akhirnya ujung Penis itu
menyentuh bagian dalam Memekku, maka secara refleks kurapatkan pahaku.
Sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus
menciumi bibir dan leherku. Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas
toketku. Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada Penis besar yang mulai
dientotkan halus dan pelan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak
nikmat. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar
merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan Penis besar itu.
Maka
hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tahan. Dan dia tahu bahwa
aku semakin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan
remasan tangannya di toketku makin kuat. Dengan tusukan Penisnya yang
agak kuat dan dipepetnya itilku dengan menggoyang goyangnya, aku
menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat
sekenanya. Memekku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat,
benar-benar nikmat. Ohh, aku benar benar menerima kenikmatan yang luar
biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan.
“Om, Astrid nyampe om”. Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku.
Setelah
selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Telah dua kali aku nyampe
dalam waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai
rambutku yang basah keringat. Kubuka mataku, dia tersenyum dan menciumku
lembut sekali, tak henti hentinya toketku diremas-remas pelan.
Tiba
tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke
leher serta tangannya meremas-remas toketku lebih kuat. Napsuku naik
lagi dengan cepat, saat kembali dia memainkan Penisnya semakin cepat.
Uhh, sekali lagi aku nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan
kembali aku berteriak lebih keras lagi. Dia terus memainkan Penisnya dan
kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya
mencengkeram lenganku dan satunya menekan toketku. Aku makin
meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yang
kuat di dalam Memekku, menyembur berulang kali.
Oh,
terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi
Memekku, hangat sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah
menyembur seperti air yang memancar kuat. Setelah selesai, dia
memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku sambil
mencium wajahku. Aku senang dengan perlakuannya terhadapku.
“Trid, kamu luar biasa, Memekmu peret dan nikmat sekali”, pujinya sambil membelai toketku.
“Om juga hebat. Bisa membuat Astrid nyampe beberapa kali, dan baru kali ini Astrid merasakan Penis raksasa”.
“Jadi kamu suka dengan Penisku?” godanya sambil menggerakkan Penisnya dan membelai belai wajahku.
“Ya om, Penis om nikmat, besar, panjang dan keras banget” jawabku jujur.
Dia
memang sangat pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung mencabut
Penisnya, tapi malah mengajak mengobrol sembari Penisnya makin mengecil.
Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka
membelai toketku. Aku merasakan pejunya yang bercampur dengan cairan
Memekku mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai,
pelan-pelan Penis yang telah menghantarkan aku ke awang awang itu
dicabut sambil dia menciumku lembut sekali. Benar benar aku terbuai
dengan perlakuannya. Dia kemudian memutar lagu classic sehingga
tertidurlah aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar-benar aku
terpuaskan.
Menjelang siang, aku bangun masih dalam
pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku.
Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu
mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya
masih ada yang mengganjal Memekku dan ternyata masih ada peju yang
mengalir di pahaku, mungkin saking banyaknya dia mengecretkan pejunya di
dalam Memekku. Dalam bathtub yang berisi air hangat, aku duduk di atas
pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni
punggungnya. Dia memelukku sangat erat hingga dadanya menekan toketku.
Sesekali
aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya
yang dipenuhi busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yang
terendam air hangat tersenggol2 Penisnya. Hal itu menyebabkan napsuku
mulai berkobar kembali. Aku di tariknya sehingga menempel lebih erat ke
tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap-usapkan busa sabun,
tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Dia
mengusap-usap pantatku dan diremasnya. Penisnya pun mulai ngaceng ketika
menyentuh Memekku. Terasa bibir luar Memekku bergesekan dengan
Penisnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri
pantatku. Dia mengusap beberapa kali hingga ujung jarinya menyentuh
lipatan daging antara lubang pantat dan Memekku.
“Om nakal”, desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.
Walau
tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat
nikmat dan geli yang mengalir dari Memekku. Aku menggeliatkan pinggulku.
Ia mengecup leherku berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir
Memekku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh menyusur hingga
akhirnya kurasakan lipatan bibir luar Memekku diusap-usap. Dia berulang
kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit
dengan gemas.
“Aarrgghh.. Sstt.. Sstt..” rintihku berulang kali. Lalu aku bangkit dari pangkuannya.
Aku
tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di Memekku. Tapi
ketika berdiri, kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangkit
berdiri dan segera membalikkan tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia
menyangga punggungku dengan dadanya. Lalu diusapkannya kembali cairan
sabun ke perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas dengan
lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan
telunjuknya. Pentil kiri dan kanan diremas bersamaan. Lalu dia mengusap
semakin ke atas dan berhenti di leherku. “Om, lama amat menyabuninya”
rintihku sambil menggeliatkan pinggulku.
CERITA SEX NGECROT BERSAMA OM YANG GAGAH PERKASA
Aku
merasakan Penisnya semakin keras dan besar. Hal itu dapat kurasakan
karena Penisnya makin dalam terselip dipantatku. Tangan kiriku segera
meluncur ke bawah, lalu meremas bijinya dengan gemas. Dia menggerakkan
telapak kanannya ke arah pangkal pahaku. Sesaat dia mengusap usap jembut
lebatku, lalu mengusap Memekku berulang kali. Jari tengahnya terselip
di antara kedua bibir luar Memekku. Dia mengusap berulang kali. Itilku
pun menjadi sasaran usapannya.
“Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan Penisnya makin kuat menekan pantatku.
Aku
merasa lendir membanjiri Memekku. Aku jongkok agar Memekku terendam ke
dalam air. Kubersihkan celah diantara bibir Memekku dengan mengusapkan 2
jariku. Ketika menengadah kulihat Penisnya telah berada persis
didepanku. Penisnya telah ngaceng berat.
“Om, kuat
banget sih, baru ngecret di Memek Astrid sekarang sudah ngaceng lagi”,
kataku sambil meremas Penisnya, lalu kuarahkan ke mulutku.
Kukecup
ujung kepala Penisnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku
menjilati kepala Penisnya. Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi
menahan napsunya. Setelah berdiri, kaki kiriku diangkat dan letakkan di
pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging sambil memegang dinding di
depanku dan dia menyelipkan kepala Penisnya ke celah di antara bibir
Memekku.
“Argh!” rintihku. Dia menarik Penisnya
perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir
luar Memekku ikut terdorong bersama Penisnya. Perlahan-lahan menarik
kembali Penisnya sambil berkata
“Enak Trid”.
“Enaak banget
om”, jawabku!” Dia mengenjotkan Penisnya dengan cepat sambil meremas
bongkah pantat ku dan tangan satunya meremas toketku.
“Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan Penisnya kembali menghunjam Memekku.
Aku
terpaksa berjinjit karena Penis itu terasa seolah membelah Memekku
karena besarnya. Terasa Memekku sesek kemasukan Penis besar dan panjang
itu. Kedua tangannya dengan erat mememegang pinggulku dan dia memainkan
Penisnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Terdengar ‘cepak-cepak’
setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku.
“Aarrgghh.., aarrgghh..! Om, Astrid nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya.
Rupanya dia juga tidak dapat menahan pejunya lebih lama lagi.
“Aarrgghh.., Trid”, kata nya sambil menghunjamkan Penisnya sedalam-dalamnya.
“Om.., ssh ” kataku karena berulangkali merasa tembakan pejunya diMemekku.
“Aarrgghh.., Trid, enaknya!” bisiknya.
“Om, ssh! Nikmat sekali ya dientot om”, jawabku karena nikmatnya nyampe.
Dia
masih mencengkeram pantatku sementara Penisnya masih nancep diMemekku.
Beberapa saat kami diam di tempat dengan Penisnya yang masih menancap di
Memekku. Kemudian dia membimbingku ke shower, menyalakan air hangat dan
kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat. Akhirnya terasa juga
perut lapar yang sudah minta diisi.
CERITA SEX PERSETUBUHAN TERLARANG
Setelah
selesai dia keluar duluan, sedang aku masih menikmati shower. Selesai
dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar
dari kamar mandi. Ternyata dia sudah menyiapkan makanan berupa roti dan
isinya serta piza yang mungkin dibelinya kemarin. Teh celup dan kopi
intant serta creamernya menjadi pilihan minumannya. Pizanya masih
hangat, karena baru dipanaskan sebentar dengan microwave oven. Aku
dipersilakan minum dan makan sambil mengobrol, makan dan diiringi lagu
lembut. Setelah aku makan, dia lalu memintaku duduk di pangkuannya. Aku
menurut saja. Terasa kecil sekali tubuhku. Sambil mengobrol, aku dimanja
dengan belaiannya. Akhirnya setelah selesai makan, diraihnya daguku,
dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya.
Dan
selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas-remas toketku, kemudian
tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi
aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak mengeras.
Langsung aku bangkit. Aku bersimpuh di depannya dan ternyata Penisnya
sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras. Kepala Penisnya
sudah mulai sedikit mencuat keluar dari kulupnya lalu ku raih, ku belai
dan kulupnya kututupkan lagi. Aku suka melihatnya dan sebelum penuh
ngacengnya langsung aku kulum Penisnya. Aku memainkan kulup Penis yang
tebal dengan lidahku.
Kutarik kulup ke ujung, membuat
kepala Penisnya tertutup kulupnya dan segera kukulum, kumainkan kulupnya
dengan lidahku dan kuselipkan lidahku ke dalam kulupnya sambil lidahku
berputar masuk di antara kulup dan kepala Penisnya. Tapi hanya bisa
sesaat, sebab dengan cepatnya Penisnya makin membengkak dan dia mulai
menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahku dan membuat
mulutku semakin penuh.
“Om hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk om”, kataku yang juga sudah terangsang.
Rupanya
dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan
diajak ke tempat tidur. Kakiku ditahannya sambil tersenyum, dibukanya
kakiku dan dia langsung menelungkup di antara pahaku.
“Aku suka melihat Memek kamu Trid” ujarnya sambil membelai jembut jembutku yang lebat.
“Mengapa?”
“Sebab jembutmu lebat dan cewek yang jembutnya lebat napsunya besar,
kalau dientot jadi binal seperti kamu, juga tebal bibirnya”.
Baca Juga :
Persetubuhan Yang Hangat Dengan Rahma