Garuk Punggung SPG Montok
- Cerita Dewasa Sex SPG 2016 “Cerita Dewasa Garuk Punggung SPG ”,
Cerita Sex Model 2016, Cerita Dewasa Skandal Terbaru, Cerita Sex Salon++
Terbaru, Cerita Sex Gangbang 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek
Hot Terbaru,
Cerita Sex Terbaru 2016,
Kali
ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Pria bernama Biben (nama
samaran). Berawal dari menggaruk punggung SPG yang kebetulan tempat
kerja SPG itu sama dengan Biben, berakhir dengan hubungan sex di
Swalayan tempatnya bekerja. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja
yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.
Panggil
saja nama saya Biben (nama disamarkan), saya adalah seorang asisten
sales di sebuah Swalayan yang cukup besar di kota Bandung. Disini saya
akan menceritakan cerita sex saya dengan salah satu Spg yang kebetulan
bekerja di swalayan tempay saya bekerja. Dimana peristiwa ini berawal
dari seorang Spg cantik yang bernama Rina meminta bantuan saya untuk
menggaruk-kan punggung-nya karena gatal.
Sebagai
seorang rekan kerja, dan karena yang meminta bantuan adalah seorang Spg
yang sexy, dan mempunyai buah dada yang montok, saya-pun mau seklai
untuk menggaruk-nya, hhe. Maklum naluri lelaki. Dari situlah cerita sex
ini berawal. Pada tempat kerja saya, ada seorang wanita bernama Rina.
Rina ini adalah salah satu rekan kerja wanita yang paling akrab dengan
Saya.
Rina mempunyai kebiasaan berbagi masalah, curhat,
ataupun meminta pertolongan kepada saya. Kalau berbicara tentang usia,
jelas sekali Rina ini masih muda, karena usia-nya masih 19 tahun. Selain
sexy, Rina juga mempunyai wajah cantik khas sunda. Sebagai wanita
sunda, dia memiliki kulit putih, mata indah, dan mempunyai buah dada
yang tidak terlalu besar tapi tapi sangat menggemaskan.
Pokoknya
kalau para pembaca bisa melihat langsung Rina ini, dijamin para pembaca
bakal nafsu sama yang nama-nya Rina ini. Dijamin, Pria mana-pun yang
melihat tubuh Rina pasti bakal bergairah deh. Ditambah lagi Rina
mempunyai Pantat yang kencang dan bohay. Singkat cerita, sampai pada
suatu hari Rina-pun meminta tolong kepada saya,
“ Ben tolongin aku dong, punggung aku gatal nih, tolong garukin dong Ben ”, Ucap Rina meminta pertolongan saya.
Karena kami sudah akrab sekali, tanpa berfikir panjang saya-pun mengiyakan permintaan-nya,
“ Yaudah sini aku garukin Rin ”, ucap saya.
“
Jangan didepan umum dong Ben, kamu kesini aja, kamu garukin di dalam
gudang aja yah biar nggk dilihatin sama orang-orang ”, ucap Rina
mengajak saya kedalam gudang.
“ Iya deh Rin, aku mah ngikut kamu aj ”, jawab saya.
Mungkin karena Rina sudah tidak tahan lagi karena punggungnya yang gatal, Rina-pun,
“
Ayo Buruan Ben !!! ”, ucap Rina sembari menarik tangan saya menuju ke
dalam gudang yang tak jauh dari tempat kami berdiri tadi.
Kemudian
Rina mengunci pintu gudang itu, serta mengambil bedak antiseptik di rak
yang berdekatan, lalu mengulurkannya kekepada saya. Saat itu saya-pun
tanpa sungkan-sungkan lalu menaburkan bedak itu di atas telapak tangan
saya. Rina menarik baju yang dipakainya ke atas hingga sebatas tengkuk.
Saya menelan ludah melihat ke belakang badan Rina, yang selama ini tak
pernah saya lihat tanpa busana.
Saya menepuk bedak yang
ada di tangan saya ke atas badan Rina. Hangat badannya. Saya mulai
menggosok. Sesekali Rina kegelian, ketika saya mengurutkan jariku pada
alur di tengah belakang badan Rina. Saya menggosok rata. Rina
meraba-raba kancing Bra-nya, lalu dilepaskannya, maka terurailah tali
Bra-nya itu di belakang badannya itu.
Saat itu terasa
sekali darahku mengalir cepat, saya menelan air liur, melihat aksi Rina
yang berani itu tadi. Saya terus menggosok, dengan hati yang
berdebar-debar. Saya merasa batang torpedo saya sudah mulai mengeras.
Saya merasa tak tahan. Tengah menggosok belakang badan Rina, tangan saya
secara perlahan-lahan merayap ke arah buah dada Rina.
“ Woy, Apa-apaan nih Ben, jangan kurang ajar yah !!! ”, tegur Rina sembari menepuk tangan saya.
“ Ma… Ma… Maaf Rin, sorry nggk sengaja ”, ucap saya.
Kemudian
tangan saya-pun kembali ke bekakang. Bra yang Rina pakai masih melekat
di buah dada-nya, menutupi buah dadanya yang mungil itu. Saya terus
menggosok, kali ini turun sampai ke batas pinggang. Saya memberanikan
diri mengurut ke dalam rok Rina, tetapi Rina menepuk lagi tangan saya,
“ Ben !!! Jangan !!!”, tegur Rina lagi.
“ Sudah hilang belum gatalnya Rin ??? ”, ucap saya pada Rina.
“ Belum! ”, jawab Rina pendek.
Saya
merasa semakin terangsang, batang torpedoku semakin mengeras dan mula
tegang! Saya coba lagi untuk meraba ke dada Rina, kini saya telah dapat
memegang buah dada Rina yang lembut itu, yang tertutup dengan Bra
berwarna putih. Rina tidak lagi menepuk tangan saya tetapi dia memegang
tangan saya yang letakan pada buah dadanya itu. Saya mulai meremas buah
dada Rina.
Saat itu Rina menggeliat geli sambil
tangannya memegang pergelangan tangan saya. Rina nampak sudah mula
merasa terangsang, dan memang ini adalah salah satu cara untuk membuat
wanita terangsang. Saya mencium tengkuk Rina. Dia masih
menggeliat-geliat akibat remasan serta ciumanku. Buah dadanya saya rasa
sudah semakin menegang.
Kini jari-jari saya-pun mulai
memainkan peranan memilin-milin puting buah dada Rina pula! Saya sadari
tadi memeluk Rina dari belakang. Batang torpedoku yang beberapa waktu
lalu telah saya gunakan obat memperbesar kejantanan tambah semakin keras
menonjol itu saya gesek-gesekkan pada alur pantat Rina. Saat itu Rina
ketawa kecil, merangsang sekali.
Tidak lama kemudian
Rina-pun mulai membuka kancing bajunya lalu melepaskan Bra-nya dan
mencampakkannya di atas lantai. Kini buah dada Rina tak tertutup apa-apa
lagi. Saya terus meremas-remas dan membalikkan badan Rina supaya
berhadapan denganku. Rina menciumku liar sekali, sambil mengulum-ngulum
lidahku. Saya-pun begitu juga membalas dengan liar serangan Rina.
Saya
menanggalkan bajuku. Rina mencium dada saya, perutku. Saya tetap
mengecup-ngecup buah dada nya yang sudah mengeras tegang. Tangan saya
menekan-nekan pantatnya. Batang torpedoku semakin menegang. Tiba-tiba
Rina berlutut, lalu membuka retsleting celana saya. Dia menarik keluar
batang torpedoku yang tegak keras.
Rina merasa kagum
melihat batang torpedoku yang menegang secara maksimal itu. Rina menguak
rambutnya ke belakang dan mulai mengkulum batang kemaluan saya. Dia
menggengam dengan rapi. Sambil mengulum secepat-cepatnya, tapi untung
saja sebelumnya saya sudah memakai obat kuat lelaki hingga tidak cepat
ejakulasi saat di kulum oleh Rina.
Rina mengarahkan
batang torpedo ke matanya, hidungnya, ke pipinya. Rina mencium sekitar
batang torpedoku. Saya merasa nikmat sekali. Rina terus mengulum
torpedoku hingga ke pangkal makin lama semakin cepat. Saya merasa kepala
torpedoku terkena anak tekak Rina. Ngilu rasanya. Saat itu saya juga
membantu Rina dengan mendorong dan menarik kepalanya.
Rina
yang saat itu sengaja berlagak tidak tahu, ketika saya katakan sperma
saya sudah hendak keluar. Rina masih mengulum. Air sperma saya
tersemprot memenuhi rongga mulut Rina. Dia lantas mencabut keluar
torpedoku lalu menjilat-jilat air sperma saya. Dia nampaknya menikmati
sekali. Torpedoku jadi lembek kembali. Rina mengulum lagi torpedoku.
Torpedoku
jadi tegang lagi. Rina tersenyum memandangnya. Saya membuka celana.
Rina duduk di atas meja. Saya berlutut menarik rok dan celana dalamnya.
Rina sudah bugil di depanku. Bulu yang tipis warna pirang menutupi
Memek-nya. Saya mencium sekitarnya. Rina meletakkan kedua kakinya di
atas bahu saya, kemudia saya-pun mengangkangkan paha Rina.
Bibir
kewanitaan-nya saat itu sedikit terbuka, saat itu lalu saya
menjilatinya. Saya buka sedikit dengan jari lalu mengoreknya sedikit
demi sedikit jariku menyodok Memek Rina,
“ Oughhh… Ssss… Aghhhh... ”, desah Rina.
Saat itu Memek Rina sudah terlihat becek sekali. Saya meletakkan kepala torpedoku ke pintu Memek-nya. Saya sodok sedikit,
“ Ughhhh… Sssss… Aghhhhh… ”, desag Rina lagi.
Saat itu saya-pun mulai menekan lagi torpedo saya kedalam Memek Rina,
“ Oughhh… Ssss… Yeahhhh… ”, desah Rina perlahan.
Baca Juga :
TEMAN SUAMIKU YANG PERKASA