Bersetubuh Dikamar Ganti Mall -
Cerita Seks Terbaru 2016
Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2016, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita
Ngentot, Cerita Panas, Cerita Sex Paling Hot. Kali ini menghadirkan
Cerita Sex dari seorang Wanita yang bernama Anggi. Pada suatu hari Anggi
ini bertemu dengan teman lamanya yang bernama Adam, tentunya Adam
seorang lelaki kaya. Sampai suatu ketika karena Adam patah hati maka
Anggi yang jadi pilihan pelaraiannya. Singkat cerita Anggipun diajak
makan dan setelah itu diajak belanja, berawal dari itu ketika Anggi
mencoba Gaun dikamar ganti Mall, Adam tiba-tiba masuk kekamar ganti dan.
Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik
baik cerita dewasa ini.
Hey para pembaca, perkenalkan
namaku Anggi, aku adalah seorang sekretaris disalah satu perusahaan
swasta di kota B. Disitus ini saya akan menceritakan pengalaman liarku
dengan seorang lelaki yang bernma Adam. Okey… kalau begitu kita langsung
menuju ke cerita liarku. Kira-kira sudah 1 tahun aku tidak komunikasi
dengan Adam, secara kebetulan minggu lalu aku bertemu dia Adam di dealer
mobil.
Ketika itu secara diam-diam aku kabur dari
kantor, Pada siang itu aku bermaksud untuk service mobil, aku mengira
hanya sebentar untuk service mobilku, eh ternyata lama juga service-nya.
Kira-kira setelah aku menunggu setengah jam, mobilku belum selesai juga
service-nya. Tidak terasa hari sudah menjelang sore, ketika itu aku
ditelepon dari pihak dealer, katanya sudah beres dan mobilku sudah bisa
diambil.
Sesampainya disana ternyata aku harus menunggu
lama lagi di lobby dealer mobil itu. Untuk mengalihkan rasa kesal dan
bosanku, aku iseng-iseng berjalan dan melihat-lihat mobil-mobil di
showroom itu. Nah… di sinilah aku bertemu lagi dengan Adam, Adam ini
kebetulan bekerja di dealership ini dan dia berposisi sebagai sales.
Dari percakapan hari itu, aku tahu bahwa dia mempunyai mobil beberapa
mobil mewah.
Oh iya… adam ini juga baru putus dengan
pacarnya yang sudah lama berhubungan dan tinggal bersama dengan Adam .
Sebenarnya aku tidak ingin keluar dengan laki-laki ini, karena pada
dasarnya aku tidak mau dijadikan sebagai pelarian cintan-nya saja.
Sampai pada akhirnya ketika itu tepatnya pada hari Rabu sekitar pukul
09.00 pagi, tiba-tiba telepon di meja kantorku berdering.
Lalu aku-pun bergegas mengangkat telefon itu,
“ Hallo… selamat pagi, dengan Anggi di sini, ada yang bisa saya bantu ??? ”, ucapku menjawab telefon itu.
Setelah kuangkat, ternyata terdengarlah suara laki-laki,
“
Pagi juga Anggi, ini aku Adam,bagaimana kabar kamu sekarang ???
kira-kira kita bisa makan siang bareng kapan nih ??? hhe… ”, ucapnya.
“ Oh Adam, kabar aku baik kog Dam. Kalau masalah makan siang, aku kayaknya sibuk banget deh minggu-minggu ini ”, jawabku.
“ Oh begitu ya Nggi, oke deh minggu depan aja kalau begitu, aku tunggu yah ”, ucapnya.
Singkat
cerita kira-kira sudah satu minggu Adam terus menelefonku tiap hari
untuk mengajak keluar. Tak jarang aku berikan bermacam-macam alasan
untuk menolak ajakanya. tetapi hari ini nampaknya, dia tidak akan
menerima jawaban tidak / penolakan dariku. Adam ini terus saja terus
mendesak dan merayuku, dan pada akhirnya aku-pun mengiyakan ajakan-nya.
“
Hey anggi, selamat pagi, ini udah minggu depan hlo. Kayaknya kamu udah
nggk sibuk deh minggu-minggu ini.hhe.. Siang ini ita makan siang ya Nggi
??, hari ini hari yang bagus hlo, nanti aku bolos kerja deh demi
kamu…hhe… Gimana ??? ”, ucapnya mulai merayuku.
“ Hah…. Aku-kan hari ini mesti kerja Dam, gimana coba ??? ”, jawabku.
“
Kerjakan pagi-nya, lagian juga ada waktu break-kan Nggi ? Nanti pas jam
istirahat kamu aku jemput kantormu yah, Oh iya alamat kantormu di mana
??? ”, ucapnya bersih kukuh tanpa menunggu jawaban ya atau tidak dariku.
“
Hemmmm dasar kamu Dam, bisa aja kalau kalau ngerayu cewek. Kalau gitu
okey deh, Tapi cuma sebentar aja yah, dan aku enggak boleh telat masuk
kerjanya setelah Break ”, ucapku.
Pada akhirnya akupun
menyepakati untuk makan siang hari ini dengan Adam. Selain dia sering
megajakku untuk makan siang, tak jarang Adam juga menawarkan aku untuk
makan malam bersamanya. Singkat cerita tibalah jam istirahatku, 1 jam
sebelumnya Adam sudah menelepon untuk mengkonfirmasi jam makan siang
kami hari ini.
Setelah itu kira-kira 5 menit sebelum
jam istirahatku, Adam memberi tahu bahwa dia hampir sampai. Sesampainya
Adam sampai dilokasi kerjaku, akhirnya kamipun bertemu dan kami bergegas
pergi salah satu restoran Japanese Food. Oh iya guest… Adam ini
orangnya tidak jelek, tinggi 179 cm, berat badan proporsional, orangnya
luwes, tapi sayangnya dia mempunyai perut yang agak berlemak.
Tapi
kalau dilihat secara keseluruhan dia memang mantap, ditambah lagu dia
mempunyai mulut yang pandai berbicara, ( tentu saja dia seperti itu,
soalnya dia-kan top sales di daerah sini). Apalagi nantinya aku tahu
kalau dia juga memiliki 3 mobil mewah lain di samping Porsche-nya. Aku
diam-diam menggunakan mental calculation mengkira-kira pendapatan dan
pengeluarannya setiap bulan.
Semua pembayaran mobil,
asuransi, rumah, makan dan lain sebagainya. Wow, banyak duitnya, aku
pikir, tapi mengeluarkan terlalu banyak uang untuk hal-hal yang tidak
perlu. Lewat mental calculation pula aku menaksir umurnya lebih tua 5
tahun dari aku. Adam ini mempunyai nafsu makan yang banyak sekali,
selain kuat kuat makan dan dia juga kuat minum ( alcoholic).
Ketika
itu pada waktu kami makan siang, dia memesan sake dan sampai dua kali
lagi dia memesanya. Makan siang kami yang menu makanannya enak ketika
itu dia sumpitkan ke piringku, sisanya dia habiskan semua, gila nggak
tuh guest, padahal kami memesan banyak sekali makanan waktu iyu. Kata
Adam, itupun belum cukup, diakuinya bahwa dia masih bisa tambah dua
burger lagi.
Sungguh aku sangat heran untuk porsi
makannya yang luar biasa itu, layaknya tubuhnya menyerupai balon, tapi
dia tergolong kurus. Terus terang, aku suka laki-laki yang nafsu
makannya besar dan tidak takut makan apapun. Ini berbeda hlo dengan
dengan yang namanya rakus. Ini pertanda kira-kira nafsu seks-nya juga
besar dalam kamusku, hhe.
Sepanjang makan siang, tidak
sekalipun dia menyinggung soal pacarnya. Aku pun tidak mau tanya. Aku
tidak berminat. Dia menyinggung banyak tempat-tempat kemana dia ingin
membawaku, tetapi aku tersenyum saja, tidak memberi tanggapan positif.
Sampai akhirnya kita mau berpisah, dia minta nomor teleponku yang
personal.
“ Telepon aku di kantor aja lah! ”,
“ Kalau aku pengen ngobrol malam-malam gimana? ”,
“ Well.. ”, aku segan, dia pun tidak memaksa.
Keesokan
harinya Adam meneleponku lagi dan juga lusanya. Sebenarnya aku tidak
ada rencana bagaimana harus menghadapinya. Di hatiku sudah ada orang
lain. Dasar laki-laki juga, kalau ada maksud mereka tidak pernah
bertanya atau perduli kalau kita sudah punya pacar. Pokoknya kalau di
jari manis kita belum ada cincin, pasti dikejar terus. Kali ini Adam
mengajakku pergi kencan pada hari Sabtu.
Aku langsung
menolak, karena waktu itu aku memang mau ke undangan pernikahan kawan
dekatku. Adam bukan Adam namanya kalau dia menyerah, aku sudah tahu
taktiknya, bila makan siang ditolak, dia minta makan malam, bila besok
ditolak, dia minta lusa. Dan kali ini Sabtu ditolak, dia minta Jumat
malam. Akhirnya aku bilang Jumat malam aku akan pergi ke toko baju beli
gaun untuk wedding.
Adam kepengin mengantar, suatu
kebetulan bahwa Jumat adalah hari liburnya, selain Selasa. Aku bukan mau
belanja. Aku sudah melirik satu gaun malam warna hitam yang aku suka,
tapi belum kubeli sampai sekarang karena lumayan mahal. Sampai akhirnya
aku memutuskan Jumat malam akan kubeli saja karena tidak ada yang lain
yang lebih menarik.
Adam menjemputku di kantor lagi
malam itu. Di perjalanan yang lumayan jauh dan macet itu, kita mengobrol
panjang lebar mengenai apa saja, kecuali mengenai seks-nya. Sesampainya
di butik, aku tahu persis di mana letak baju itu.
“ Adam, aku coba baju dulu ya! Kamu liat-liat barang lain deh, biar enggak bosen nungguin aku ”, ucapku.
“ Kog gitu sih, Aku kan ke sini cuma buat nganterin kamu. Aku tunggu di luar kamar ganti kamu aja yah ”, ucapnya.
“ Okey deh kalau gitu Dam, Makasih ya Dam “, ucapku tanpa rasa curiga.
Aku
tersenyum manis sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya menunggu.
Aku berpikir si Adam ini kelihatannya punya hati yang baik. Aku masuk
ke kamar ganti yang besar dan mencoba lagi baju itu sebelum benar-benar
kubeli. Ternyata tetap seindah kemarin dulu. Gaun panjang ini tidak
mengijinkan aku mengenakan bra karena bagian punggungnya sangat terbuka.
Bagian
belahan payudaraku-pun lumayan rendah, gaun itu secara otomatis
memamerkan 1-2 cm bukit payudaraku. Sbenarnya dengan gaun itu aku
terlihat sangat Sexy. Bahannya gaunya yang lumayan tipis terasa menempel
di tubuh, memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhku dan paha kananku yang
putih mulus karena belahan rok yang cukup tinggi.
Pada
waktu itu ketika aku membungkuk, terlihat payudaraku seakan mau meloncat
keluar, apalagi saat itu aku mengenakan push up bra, belum
kutanggalkan, aku masih ragu pantaskah aku keluar sekedar sopan santun
terhadap Adam. Tapi, buat apa aku bagai model pamer baju dan tubuh di
depan dia, aku kan bukan mau pergi ke pesta bersama dia.
Pada
akhirnya aku buka pintu menengok keluar, dia masih di sana. Di luar
sepi-sepi saja, hanya ada satu dua orang yang sedang berbelanja. Aku pun
memutuskan untuk ke luar sebentar. Matanya langsung menangkapku. Aku
berucap,
“ Taraaaa… Ini gaun yang aku pilih Dam, bagus kan ??? ”, tanyaku padanya.
Sepertinya dia tidak tahu mau bicara apa. Aku memang terlihat sangat berbeda.
“ Benar-benar cantik kamu Nggi ”, ucapnya memujiku.
Ketika
itu aku hanya tersenyum. Aku tidak tahu bagaimana tampangnya, tapi pada
saat itu aku merasa aku lebih baik darinya. Adam datang mendekati,
barangkali ingin ikut mengamati, tetapi tidak ada komentar lain yang
keluar dari mulutnya. Dia hanya bilang,
“ Pas banget di tubuhmu, you should buy it ”,
Sepertinya
aku sudah membuat kejantanannya bangun. Aku geli sendiri. Aku pun balik
lagi ke kamar ganti. Setelah kututup pintu, tanpa disangka Adam sudah
menyusul di belakangku.
“ Anggi, boleh aku masuk? Ada sesuatu yang janggal tuh… ”, ucapnya.
“ Hahhh… ”, tanyaku heran sambil membuka pintu.
Kemudian Adam-pun masuk, menutup pintu dan mengunci.
“ Adam! Kamu enggak boleh masuk ke sini! ”, bisikku tertahan.
“ Ssstttt… !!! Enggak ada yang liat aku masuk ”, ucapnya.
Lalu Dia menyeringai, lalu berbisik tak kalah pelannya.
“ Kamu benar-benar menggairahkan... cuma... tidak seharusnya kamu mengenakan Bra... ”, wajahnya dekat sekali dengan wajahku.
Suasana
di luar dan di dalam sangatlah berbeda. Di sini lebih private dan kami
dekat sekali. Aku bisa merasakan dirinya sudah terangsang. Tangannya
menyentuh bahuku, menarik turun tali BRA-ku satu persatu lewat dari
pundakku ke lenganku. Dengan begitu, yang ada di bahuku hanyalah seutas
kain bagaikan tali yang berasal dari gaunku. Baca cerita sex lainya
terbaru 2016 di seksigo.com
Lewat sentuhannya di
kulitku dan desahan nafasnya, darahku mulai naik. Aku memang tidak punya
perasaan khusus untuknya. Bahkan kami baru kenal, tapi aku biarkan
tangannya merambat kepunggungku mencari kaitan Bra, aku hanya menahan
nafas ketika tercium bau cologne yang dia pakai, dekat sekali. Aku
menduga dia memang sengaja mendekatkan begitu supaya aku tidak tahan.
Setelah
ditemukan, Adam melepaskan kaitan itu, kemudian dia menarik talinya
lepas dari lengan kiri dan lengan kananku, lalu dia tarik keluar
sepotong pakaian dalam itu. Aku berdiri tegak bagai orang terhipnotis,
tidak melawan sama sekali terhadap aksinya. Aku sadar, ada seorang
laki-laki yang sedang dilanda birahi, aku yang menyebabkannya begitu,
dan aku sedang diminta tanggung jawab.
Adam merangkul
pinggangku, membawaku ke dalam pelukannya. Untuk beberapa saat dia hanya
merangkulku, kurasakan dadaku yang tidak terbungkus menempel di
dadanya.
“ Anggi sayang, aku ingin membina suatu
hubungan denganmu, maka... kalau kamu enggak siap, suruhlah aku keluar
sekarang, tapi.. ”,
Pelukannya mengerat, kaki kanannya
diselipkan di antara kedua kakiku lalu menekankan pangkal pahanya pada
diriku, mendorongku ke belakang selangkah sehingga merapat ke dinding,
“ Aku ingin kamu tahu... bahwa pada saat ini, aku sedang mengalami On fire... ”,
Gila!
tentu saja aku bisa merasakan benda keras itu di balik celana jeansnya,
wong dia dengan sengaja menggesek-gesekkannya di selangkanganku kok.
Bersamaan dengan itu, Adam mendaratkan bibirnya di bibirku dan mulai
menciumiku dengan panas. Bibirnya turun ke daguku, lalu naik ke
kupingku, di sana dia membisikkan,
“ Oughh... Anggi... you’r my Honey... Aghhh… ”, ucapnya penuh nafsu.
Kemudian
turun lagi ke leherku, setiap inci kulitku merasakan kehangatan yang
dia berikan lewat bibir dan lidahnya, kadang giginya menggigitku pelan
memberiku kenikmatan yang lebih dalam. Otakku saat itu tidak dapat
berpikir dengan logis. Aku tidak ingat bahwa lelaki yang sedang
mencumbuiku ini baru saja aku kenal. Dua tahun yang lalu kita cuma teman
asal lewat saja.
Sekarang setelah bertemu satu kali
saja, dia sudah mulai menggerayangi tubuhku. Tidak pernah aku berbuat
sejauh ini dengan seorang stranger sebelumnya. Tak tahan lagi aku
menggigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, akhirnya aku cuek, aku
mendesah dan merintih, bahkan melenguh kuat ketika dia meremas
payudaraku. Aku sudah tidak peduli bahwa kami berada di tempat umum.
Siapa
saja kapan saja orang bisa lewat dan mendengar suaraku. Di sela-sela
ciumannya, ternyata aku masih ingat akan gaun yang akan menutupi tubuhku
di pesta besok,
“ Oughhh... Adam... bajuku ini belum dibayar... hati-hati yah… Ssss… aghhh… ”, ucapku mulai mengikuti permainan adam.
Kalimat
ini malah mengingatkan dirinya bahwa aku masih berpakaian, diangkatnya
bagian rok gaunku ke atas melewati kepalaku. Kini aku bugil, hanya ada
celana dalam yang masih menutup kewanitaanku. Adam kembali menjelajahi
tubuhku yang barus saja tertutup, dia menciumi setiap lekuk-lekuk di
tubuhku. Entah dia sadar atau tidak dengan suara-suara ribut yang
berasal dari mulutku.
Ketika itu aku masih berusaha
untuk tidak terlalu ribut, tetapi ketika dia menghisap putingku, aku
menjerit tak karuan, pada saat itulah dia merelakan tangan kirinya untuk
di mulutku sebagai alat pembungkam. Kugunakan jari-jarinya sebagai
pengedap suara yang kugigit-gigit sebagai pengganti jeritan yang keluar.
Tapi hanya sebentar saja, karena tangannya kemudian berpindah
meremas-remas pantatku.
Baca Juga :
Terhanyut Dalam Liang Senggama Pembantu