Cerita Sex Kawan Lama Waktu Sekolah
- Di suatu malam yang dingin, David sengaja menghabiskan waktu untuk
bermesraan bersama istrinya, mereka berdua duduk bersama dengan posisi
istri berada di pangkuan, David menyentuh rambutnya dan tangannya
bergerak ke leher istrinya, istri melenguh, tangannya mencari dan
mencoba meraih penis yang sudah tegang keluar celananya. Tangan kanan
david kemudian bergerak turun dari leher ke arah pinggul, istrinya
bergeser turun dari pangkuannya, menarik pahanya, otomatis dasternya
terangkat. kamu tahu apa?, Ternyata istrinya tidak menggunakan CD.

Bahkan
dengan istri, David harus mendapatkan kepuasan, tetapi sebagai laki -
laki normal, David juga memiliki fantasi melakukan hubungan seks dengan
wanita lain. David akan sangat bersemangat dengan seorang perempuan yang
kurus, tinggi, ramping dan memiliki payudara yang tidak terlalu besar,
Itulah gambaran perempuan yang menjadi idaman David. Menjelang Hari
Valentine, David teringat kejadian 5 tahun yang lalu, dan David mencoba
untuk menuangkan dalam sebuah tulisan:
Antara
1997 - 1998 aku diberi tugas belajar di Surabaya. Kota Surabaya sangat
tidak asing bagiku karena di sanalah aku dilahirkan dan dibesarkan. Aku
memutuskan untuk tinggal di asrama karena aku tidak ingin merepotkan
kerabatku, toh juga hanya enam bulan?. Setelah sampai di asrama aku
langsung berusaha menata pakaian - pakaianku ke almari dan buku - buku
yang aku bawa terlihat masih sangat berantakan, sungguh aku memerlukan
semangat pendorong untuk melakukan pekerjaan yang melelahkan ini.
Akhirnya aku pun melakukan masturbasi. Dalam pikiranku, "Aku tidak bisa
seperti ini terus.. aku memerlukan seseorang yang dapat memenuhi nafsu
dan gairahku".
Cerita
Dewasa Keesokan harinya aku berusaha mencari teman - teman lamaku yang
dulu ada di kota ini, satu - persatu mereka aku telepon. Singkatnya,
ternyata aku telah kehilangan kontak dengan mereka, nomor - nomor ponsel
mereka sudah tidak aktif. Hanya ada satu yang masih aktif, dia adalah
Hani, usianya lebih tua dariku, Hani sudah menikah dan memiliki dua
orang anak. Dulu kami pernah dekat, sering bersama saat belajar
kelompok.
Hani
keturunan chinese, cukup tinggi untuk seorang wanita, berkulit putih
dan berdada rata. Awalnya kita berdua hanya melakukan telepon satu sama
lain, berdiskusi, makan dan pergi bersama, sampai suatu hari ( pada
pertengahan Februari ) dia menelponku sambil menangis tersedu - sedu dan
dia mengatakan ingin bertemu denganku.
"Mas, bisa gak kita bertemu, aku ingin cerita".
" Bisa, baiklah kita bertemu di tempat biasa".
Dengan Lancer th 83'an aku pergi menemuinya, setelah bertemu Hani
mengajakku pergi kerumahnya. "Ak tidak bisa melakukan ini, aku tidak
ingin membuat suasana keruh bersama suamimu", ucapku kepada Hani. "Tidak
apa - apa, ayo pergi bersamaku", ucap Hani. Dalam perjalanan kami
berbicara macam - macam mulai ilmiah, politik, sampai hal - hal yang
kotor.
"Mas, kapan kamu akan pergi ke Jakarta?" Dia bertanya ( jadwal aku untuk pulang ke rumah setiap bulan ).
"Minggu depan, emang knapa?" Tanyaku kembali.
"Tidak apa - apa sih, pengin nanya aja".
'Masak sih cuma pengin nanya saja, .... .... Pengin yang lain - lain kan, pengin nyoba?', jawabku.
'Hehehehe dasar ngeress aja yang ada dipikiran mas..
Setelah sampai ke tempat tujuan, di sebuah rumah yang tidak aku ketahui, Hani membuka pintu.
"Ini rumah siapa ????? Serambi kotor... penuh debu, kaya beberapa hari tidak disapu, kebangetan deh.' Tanyaku heran.
Ini rumah orang tuaku, kemarin abis dikontrakin, seminggu sekali aku
kesini dan membersihkannya", jawabnya sambil masuk ke rumah gak terawat
tersebut.
"Sebentar ya, aku mau masukin mobil dan segera kembali lagi..."
Dalam pikiranku, "Meskipun teras penuh debu kotor, namun rumah ini gak
pengap... .... Cukup nyaman, furniturnya juga masih bagus,".
Hani mempersilahkanku duduk, sementara dia menyaapu teras depan rumah tersebut.
"Anggap aja rumah sendiri mas, gak usah sungkan... .. Aku mau bersih -
bersih bentar,' katanya. http://darah-perjaka.blogspot.com/
"Iya, ini rasanya udah kayak dirumah sendiri bersama istri sendiri," kataku sedikit menggodanya.
"Terserah deh, eh aku mau mandi dulu?" ucap Hani. Otakku dipenuhi
pikiran ngeres, ngebayangin lekukan payudara Hani yang terlihat jelas
dibalik baju transparan yang dikenakannya sehingga putingya terlihat
sedikit menyembul.
Ngomong
- ngomong ada apa memintaku datang ke tempat ini? Apakah kamu punya
masalah yang serius, masalah apa itu?" Aku bertanya lebih lanjut tanpa
basa - basi, ia pindah tempat duduk kesebelahku "Masalah keluarga
mas...", Katanya
"Apakah itu tentang seks?" Aku bercanda dengannya.
"Ah kamu tetep aja kaya dulu mas, sableng, dan tidak jauh dari yang
gitu - gituan"... ... Tapi ada benernya sih ... .. Meskipun tidak secara
langsung," jawabnya.
Cerita
Dewasa Kemudian Hani bercerita panjang lebar, intinya adalah rasa tidak
puas, sikap otoriter suaminya dan selalu disalahkan ketika ada
ketidaksepakatan dengan pada suatu masalah.
"Aku bener - bener sudah
capek, Mas Sony suamiku selalu berpihak sama ibunya, ketika aku mencoba
menjawab persoalan dengan mertua, justru mertuaku mengomel habis -
habisan". Terisak ia mengakhiri kisahnya.
Ketika aku memegang
tangannya, dia hanya terdiam, kemudian berkata lembut "Bolehkah aku
bersandar di dada kamu mas?". Aku mengangguk dan cepat - cepat meraih
dan membelai lembut rambut sebahunya. Aku mencium keningnya dengan
lembut, Hani mendongak dan berbisik pelan "Mas, aku membutuhkan
dukungan, kasih sayang dan belaian mesra."
Pada
saat itu aku merasa hanyut dengan situasi yang diciptakannya, sehingga
tanpa merasa canggung aku mencium matanya, kemudian hidungnya, Hani
menngeliat sehingga bibir kami bertemu. Hani berdiri dan berkata pelan
sambil memelukku, "pegang erat - erat, aku milikmu sekarang".
Dengan
lembut aku mencium bibirnya lagi. Kami berpelukan seperti sepasang
kekasih yang baru bertemu setelah berpisah lama dengan segunung
kerinduan. Setelah itu kami berdua kembali duduk.
Dengan
posisi Hani duduk di pangkuan, aku terus menyentuh rambutnya dan
bergerak tanganku di lehernya, Hani melenguh, tangannya mencari dan
mencoba meraih penis yang sudah tegang keluar celanaku. Tangan kananku
kemudian bergerak dari leher ke arah pinggul, Hani bergeser turun dari
pangkuanku, menarik pahanya, otomatis dasternya terangkat. Kamu tahu
apa?, Ternyata Hani tidak menggunakan CD.
"Aku
sudah enggak tahan mas, ... ... ... .. lakukan sekarang bisiknya.
Segera aku menjilati merah muda mecky indah dengan sedikit rambut namun
panjang - panjang, aku basahin dan sibakkan bulu - bulu halus dengan
lidahku sambil sesekali menyentuh klitorisnya .
'Ahhh, mas ... ...
... ... ... .... ... ... ... .. Aku ingin, kamu masukan sekarang '...
... ... ... ... ... .... Tangannya berusaha membuka celanaku dan
memegang penisku.
"Tapi aku gak nyaman di sini" Ucapku sambil memandangi ruang - ruang disekitar ruang tamu ini.
"Ya udah, yuk kita pindah ruangan di dalam", katanya berdiri dan mengunci ruang tamu tempat kami melakukan pemanasan tadi.
"Siapa
takut ... ..., Dia tersenyum dan berjalan sambil membuka daster
tipisnya, aku mengikuti dari belakang, tubuhnya begitu indah ... ... ..
halus seperti marmer.
Kami
masuk ke sebuah kamar tidur berukuran 5 x 6 meter dan cukup mewah. Yang
lebih istimewa adalah adanya cermin besar ( mungkin ukurannya 3 x 2, 5
meter ) di depan tempat tidur. Hani memelukku di depan cermin dan dengan
cekatan membuka kemeja, celana dan CD ku. Begitu indah dan erotis,
gerakan - gerakan yang kami lakukan terlihat pada cermin itu.
Segera
penisku mencuat keras seolah-olah sukacita karena melihat kebebasan.
Aku memenuhi semua haus akan hasrat ini, kami menggosok dan saling
berciuman. Setelah beberapa saat menyentuh dan disentuh, tubuh Hani yang
indah menggeliat di tempat tidur sedang menunggu untuk di eksekusi. Aku
melanjutkan kegiatanku yang ditangguhkan sebelumnya, berharap bahwa dia
akan Mengerti apa yang aku inginkan. Dia seperti mendengar apa yang
sedang aku pikirkan, Hani pun segera berbalik dan memposisikan diri pada
posisi 69 .... dia langsung mengulum penisku yang sedang menegang
kencang, tanpa rasa ragu dan takut Hani berperang melawan penis ukuran
diameter 2,5 sampai 3,5 cm dan panjang 15 - 18
cm.http://darah-perjaka.blogspot.com/
Ahhh
... Aku mendesah menikmati kuluman dan hisapan lembut bibir Hani... ...
... "Kamu benar - benar sangat pintar memuskan lelaki Han, aku
memujinya, sementara dia masih tetap sibuk menghisap penisku.
Kemudian Hani membasahi meckynya sendiri dengan air liurnya, Hani terlihat sangat antusiasme.
Ohh, mas ... ... ... ... ... ... ... .. ayo ... ... .... ia bangkit dan jongkok di atas miniatur monasku ... ....
Dicapai dan diarahkan penisku ke lubang senggamanya, kemudian ia
menggoyangnya naik dan turun dan menggigit dengan bibir meckynya. Aku
memegang payudara mungil dan meremasnya dengan perlahan, kemudian
setelah 3 menit, Hani ingin aku mendekap erat tubuhnya ... Hani
tampaknya telah mencapai orgasme ketika ia menunggangiku ... ... ..
Aku
membalikkan tubuh dengan posisi penis masih tertanam. Hani membantu
membuka lebar - lebar gerbang surgawinya dengan diangkat kedua pahanya
ke atas. Aku mundur kemudian penisku ke depan, dengan irama kocokan 5X
dalam dan 1X ringan akhirnya berhasil ditembus lebih maksimal, "Mas ....
, Mmmmhhh, Lebih ... ... ... .... Keras ... ...., Dia mengoceh gak
karuan ... ... ....
"Ini sudah sampai aku berkata, '... .. Hani
tertawa ... .. sehingga otot - otot vaginanya berdenyut berpartisipasi
ritme tertawanya ... .... ,
Aku
mendorong tubuh Hani ke ujung tempat tidur, dan menekan penisku semakin
dalam. Hani berteriak histeris menikmati gaya permainanku, tangannya
menarik - narik pinggulku seakan menikmati penisku yang sedang bergoyang
mengganyang lubang kemaluannya ... ....
Aku mau sampai Han... ...
.... dia tidak sempat mengatakan bahwa, aku jangan mengeluarkan sperma
ke dalam rahimnya ... ... dan, AAaahhgghh ... ... aku kehilangan
ingatanku, aku merasa melayang diatas awan untuk beberapa saat... ...
Hani juga tampaknya telah mencapai orgasme untuk kedua kalinya.
Kami bercanda dan mengobrol di tempat tidur setelah pertempuran melelahkan sebelumnya dapat diselesaikan dengan penuh gairah.
"Kamu sudah kebangetan deh Han?".. "Maaf mas, aku tidak bisa menahan tertawa ketika kamu mengatakan aku sudah mau sampai"
"Hehehehe emangnya sudah sampai mana, sampai pasar?", katanya. Udah ah,
yok mandi bareng - bareng, katanya sambil menciumku manja.
Setelah
peristiwa itu, kami semakin sering bertemu dan ML di tempat - tempat
dimanapun asal memungkinkan, sampai aku menyelesaikan tugas belajar yang
aku.
Tamat