Cerita Bokep Wanita Berkerudung Cantik
- Sebentar lagi 17 tahun” “Oooh…udah gede-gede ya” kataku sambil
melirik payudara gina, uh penisku perlahan lahan mengeras, membayangkan
bisa meremas2 empat buah payudara dibalik jilbab gadis gadis ini. “ya
iyalah om, kan udah sma” jawab gita yang tak sadar apa sebenarnya yang
aku maksud. “kalian nggak pulang, udah sore begini masak gadis2 cantik
seperti kalian masi blum pulang” “om bisa aja ah, masi mau minum2 dulu
om bentar lagi juga pulang” jawab gina sambil ngobrol kuperhatikan kedua
gadis ini, walaupun kembar namun aku mulai bisa membedakan antara gina
dengan gita. Gina yang berusia lebih tua beberapa menit dari gita ini
memiliki buah dada yang sedikit lebih besar dari adiknya.selebihnya tak
ada perbedaan. “ah seandainya bisa kutelanjangi kedua gadis berjilbab
ini, apa mungkin rasa jepitan vagina 2 orang saudara kembar berbeda yah”
kataku dalam hati yang sudah penuh nafsu. “Kalian udah punya pacar
belum ??” tanyaku.

“gina
udah tuh om, nama pacarnya andi, hihi…” “Iiih….apaan sih git, dia tuh
cuma temen deket aja juga…” katanya malu kulihat ada yang aneh dengan
kedua remaja berjilbab ini. Mengapa sepertinya sangat mudah akrab dengan
orang yang belum dikenal seperti aku. Aku mulai berpikir sepertinya dua
gadis ini bisa kupakai malam ini. Akupun mulai mengeluarkan jurus
mautku. “Kalian udah pernah pacaran kan ?” “Iya udah Om…tapi ya gitu deh
namanya juga anak sma.” jawab gita “Umm tapi maaf nih yah, kalian udah
pernah begitu belum ??” tanyaku sambil tersenyum nakal. Gina sedikit
kaget “begitu gimana om??” “umm begini.. kayak ciuman pelukan, dan main2
itu sama pacar kalian belum” Sejenak mereka kaget dengan pertanyaanku
lalu gita balas menjawab “Iiiih…om apaan sih…kok nanyanya begituan” “Ya
kan om mau tau ??” Mereka terdiam sejenak kemudian saling berbisik.
“Emang bener om mau tau ???” tanya gina menggoda. “ya iya dong dik gina
yang cantik” kataku sambil mengedipkan mata sepertinya mereka sadar
maksud gerak gerikku, lalu dengan tersenyum nakal gita menjawab.
“om,
kalau mau kita bisa jalan2 sama om tapi kaloo…” gita berhenti berbicara
lalu mengambil handponnya dan mengetik lalu memberikan handponnya
padaku. Astaga pikirku, inilah saatnya. Saat yang dari tadi kunantikan.
Gita ternyata meminta sejumlah uang dan persyaratan. Kesempatan ini tak
boleh kulewatkan. Akupun tersenyum lebar dan jantungku semakin berdegup
kencang. Tiba2 aku tersadar suatu hal “eh maaf yah gina, gita, kalo
kalian mau nemenin om kok kenapa kalian memakai jilbab” “oh ini, ini kan
ketentuan wajib disekolah harus pakai jilbab om” jawab gina oh aku baru
menyadari segala sesuatunya, kenapa menjelang malam hari kerja kedua
gadis berjibab ini masi dipusat perbelanjaaan, kenapa mereka memakai
barang2 mahal, kenapa mereka mudah sekali untuk diajak ngobrol sampai ke
hal2 yang nakal. “ok kalo gitu yuk kita pergi, om ke atm dulu ngambil
uang saku untuk gadis2nya om” kataku sambil mengedipkan mata yang
dijawab dengan sedikit tawa dan tatapan nakal. Sekitar jam 6 sore, aku
ersama kedua gadis berjilbab ini keluar dari mall dan menuju sebuah atm
dibasement mall tersebut. Ternyata basement tersebut agak sepi, hanya
berisi mobil2 dan beberapa supir, tukang parkir dan satpam yang sempat
memandangku iri, karena aku yang asyik bercanda dengan kedua gadis
berjiblab ini.
Atm
tersebut ternyata cukup tertutup, dengan ruangan yang cukup besar.
Akupun mulai mengakses mesin tersebut sambil berbincang2 dengan kedua
gadis berjilbab ini. Sambil memencet tombol2 aku lirik keadaan diluar,
tampaknya posisiku cukup tertutup dan tak ada orang yang melihat, ah aku
yang sudah tak tahan dari tadi mulai melancarkan aksiku. Kedua gadis
berjilbab ini berdiri dikanan kiriku, sambil menunggu mesin atm bekerja,
aku tarik kedua tanganku kebelakang lalu meremas2 kedua buah pantat
gina dan gita yang kenyal itu. “ iihh om nakal, masi dibasement juga”
jawab gita dan sebuah cubitan kecil dipinggangku oleh gina.
“Iya
deh iya deh om nggak nakal” jawabku sambil menarik tanganku dari pantat
kedua gadis ini, lalu kurangkul pinggang kedua gadis berjilbab ini dan
menarik mereka kearah tubuhku, uhhhh payudara payudara dibalik jilbab
kedua gadis berjilbab ini sungguh sama kenyal dan nikmatnya. “ihhh si om
ini nakal banget sih” kata mereka dengan senyum manja. Lalu tanganku
mulai meraba naik kepunggungnya lalu bergeser masuk keketiak mereka
menyelusup kebelakang jilbab mengikuti alur bh mereka dan menggenggam
payudara payudara gadis gadis ini yang tidak bersentuhan dengan dadaku.”
iiiiihh si ooomm daritadi bandel banget sihhh” kata gina sambil kedua
gadis ini mencoba melepaskan diri dari genggaman tanganku pada buah dada
mereka.
“duh gina gita, jangan begitu dong, ini uangnya” kataku
ketika tiba2 mesin atm tersebut mengeluarkan uang beberapa juta rupiah”
akupun mengambil uang tersebut lalu memperlihatkan uang tersebut kepada
mereka, tampaknya kali ini mereka luluh dan mata mereka tampak berbinar2
melihat uang yang cukup banyak tersebut dan mulai tersenyum genit.
Akupun dengan nakalnya menyampirkan jilbab gina dan gita kepundaknya
lalu membuka 3 buah kancing paling, dan kulihat yang daritadi membuat
penisku sangat keras, empat buah payudara gadis smu yang sangat
menggemaskan terbungkus bra yang sangat sexy dengan jilbab yang menutupi
kepala mereka, akupun menyelipkan beberapa lembar ratusan ribu rupiah
kedalam bra mereka sambil merasakan kenyalnya payudara mereka lalu aku
lanjutkan dengan meremas2 payudara montok kedua gadis ini. “uhhhh, dada
gina lebih besar sedikit tapi sama nikmatnya dan sama cantiknya dengan
gita, om udah bener bener nggak kuat nih, ini uangnya dp dulu yah nanti
kalo udah selese nemenin om semua uang ini boleh kalian miliki” kataku
dengan penuh nafsu.
Gita
dan ginapun hanya tersenyum genit sambil keenakan menikmati remasan
demi remasan dan plintiran pada payudara dan putting mereka. Tanpa
disadari ada orang mengetuk pintu atm. Kami bertigapun kaget bukan
kepalang, aku baru menyadari ada orang antri menunggu dari tadi. Akupun
segera menarik kedua tanganku dari payudara mereka, gita dan ginapun
kaget luar biasa dan langsung mengancingkan kembali baju mereka dan
menjulurkan jilbab mereka untuk menutupi buah dada montoknya. “ih om si,
untung nggak dibuka pintunya kan malu om” kata gita “iya deh maaf, tapi
om udah nggak kuat nih, kita cari tempat yuk nanti disambung lagi deh
ditempat om” kataku “ih si om, kita cantik sih jadi om nggak kuat deh”
kata gina dan disambut tawa mereka cekikian. “yaudah, yuk, eh ayo
gandeng tangan om dong” bisikku manja kekeduanya kamipun keluar dari
kotak atm yang sudah ditunggu 3 orang yang mengantri dari tadi.mereka
tampak kesal namun agak kaget ketika melihat seorang lelaki digandeng
dua orang gadis smu kembar yang masih segar dan berjilbab.
Ah
biarin ajah, emang gua pikirin, akupun menarik kedua daun muda yang
sungguh menggemaskan ini kesudut lapangan parkir tempat mobilku berada
yang jauh dari tempat tunggu supir dan satpam. Sambil berjalan kedua
lengan atasku merasakan lembutnya bagian luar buah dada gina dan gita
yang terus bersenggolan dengan tanganku yang mereka rangkul. Aduh
sungguh nikmat rasanya, batang penisku semakin tak kuat ingin segera
menikmati kedua gadis kembar ini. Gedung parkir di mall ini hanya
setengah mobil kebawah yang tertutupi tembok, selebihnya hanya ditutupi
oleh kawat2 besi sehingga walaupun gelap namun samar2 bisa terlihat dari
luar gedung parkir. Ide gilapun muncul dikepalaku aku akan menikmati
kedua gadis berjilbab ini ditempat terbuka sebelum nanti kutelanjangi,
kumandikan dan kusabuni setiap inci tubuh mereka dirumahku nanti.
Setelah sampai disudut tempat mobilku diparkir akupun mendorong perlahan
kedua gadis berjilbab ini hingga bersandar ditembok dengan kedua
tanganku menekan sebuah payudara gina dan gita. “gina, gita, kita main
disini dulu yuk, kan gelap nggak ada orang, om udah nggak tahan nih,
nanti uang jajannya om tambah deh, tapi nanti malem main kerumah om dulu
kita main2 lagi, besok pagi baru om anter kesekolah, gimana?”
gita
dan gina hanya berpandangan lalu salah satunya mengangguk, “boleh om
tapi ati2 yah kalo ada orang, kan malu om diliatin orang” akupun
tersenyum dan tanpa basa basi langsung kusampirkan jilbab gina dan gita,
langsung kubuka kancing2 bajunya dan kubuka seragam sekolah mereka, dan
langsung kulepas bra mereka, kulemparkan bra mereka kejok belakang
mobilku lalu kupakaikan kembali baju seragam mereka tanpa kukancingi
lagi, sungguh indah tubuh saudara kembar ini. Dengan jilbab putih yang
masih mereka kenakan dan payudara yang putih dan empat buah putting
berwarna coklat yang kecil sungguh indah sekali, akupun tak mampu
menahan nafsuku, segera kumainkan empat buah payudara gadis kembar ini
bergantian, dari remasan, plintiran pada puting2 payudara mereka hingga
hisapan hisapan dan gigitan2 kecil membuat mereka menggelinjang mendesah
menikmati permainanku. Lalu kuhentikan permainanku, kuperintahkan kedua
gadis ini untuk mengangkat kedua roknya perlahan. Pelan2 kulihat kaki
mungil mereka yang dibungkus sepatu dan kaus kaki menutup betis mereka,
lutut, dan aww, paha paha yang putih dan mulus lalu kemaluan yang masih
tertutup celana dalam putih yang tipis. Aku sungguh tak kuat, langsung
kutarik turun celana dalam mereka dan kupandangi vagina gina dan gita
yang kecil karena umur mereka yang masih 16 tahun. Kuambil celana dalam
mereka dan kulemparkan ke jok belakang mobil. Lalu kututup pintu
mobilku.
“lho
om kok kita nggak dimobil om ajah, kan takut ada yang ngeliat om” kata
gita khawatir dengan keadaanya yang berjilbab namun baju seragam yang
terbuka yang memperlihatkan dua buah payudaranya yang menggantung sambil
mengangkat rok sampai pinggang yang memperlihatkan vaginanya. “Nggak
papa gina, nanti kamu tau, jauh lebih nikmat rasanya kalo ditempat
begini lho” kataku sambil menarik kedua gadis itu dan kusuruh duduk
dikap depan mobilku yang posisinya didinding lapangan parkir, yang hanya
tertutup jeruji2 besi dan tampak dari luar samar2. “iii om malu” jawab
gita sambil duduk dan menutup rok dan bajunya sambil melipat tangan
didadanya. Tampak didepanku dua orang gadis kembar berjilbab yang siap
kunikmati beberapa saat lagi, disebuah gedung parkir, dan gilanya lagi
walaupun agak gelap tapi pasti secara samar2 terlihat dari jalan raya
diluar gedung. Tanpa memperdulikan ucapan gita akupun menarik kepala
kedua gadis berjilbab ini dan mencium bibir merkea bersamaan, ah nikmat
rasanya saat mencium mereka bersamaan.
Tampaknya
mereka menyukainya, lalu tanpa basa basi kuangkat rok sekolah gina dan
kujilat2 vaginanya, juga tangan kananku masuk kedalam rok diantara kaki
gita dan mengelitik vagina dan klitorisnya sambil aku memuaskan
kakaknya. Kedua gadis berjilbab ini hanya bisa menggelinjang dan
mendesah pelan, perlahan nafsu mulai merasuki keduanya yang tampaknya
sudah tak malu lagi dan mulai meremas remas payudara mereka sendiri.
Kurasakan cairan mulai membasahi vagina kedua saudara kembar ini. Akupun
semakin tak tahan, langsung kubuka celanaku dan mengeluarkan penisku
dan kumasukkan kedalam vagina gina sambil terus mengaduk2 vagina gita
dengan 3 buah jariku. Ahh penisku serasa dipijit2 didalam vaginanya.
Walaupun sempit tapi ketika mulai kusodok pelan2 serasa tak ada yang
menghalangi, ternyata gina sudah tidak perawan lagi, begitujuga dengan
gita yang sedari tadi pasrah penuh kenikmatan dengan tiga buah jariku
divaginanya. Akupun dengan cepat memajumundurkan penisku didalam vagina
gina bergantian dengan gita. Wajah mereka yang terbungkus jilbab sungguh
tampak menggemaskan membuatku semakin bernafsu meremas2 payudara2
mereka.
Aku
memerintahkan kedua saudara ini untuk menunduk dan bertumpu pada
terali2 besi gedung parkir. Kuangkat rok panjang mereka dan kulipat dan
kuselipkan dipinggang mereka, sehingga dengan bebasnya aku bisa melihat
pantat, vagina dan bagian kaki gadis gadis ini.Mungkin karnea kedua
gadis kembar ini belum orgasme mereka tampak mau melakukan apa saja
asalkan terus kuaduk2 vagina mereka. Mereka tak malu walaupun samar2
terlihat dari jalan raya didepan gedung parkir ini. Akupun semakin
bernafsu dengan menyodokkan penisku kedalam vagina gita dan gina
bergantian dari belakang sambil kutarik jilbab mereka yang membuat
mereka mendongak keatas sambil menikmati hentakan demi hentakan penisku
dilubang vagina mereka secara bergantian. Tak lama kemudian gina
merintih2 “om oomm remes payudaraku yang keras, terus masukin penisnya
cepetan sedikit aku udah nggak tahan mau keluar” akupun yang memang
penuh nafsu segera menuruti permintaan gina, kucengkram kedua
payudaranya dari belakang, dan kupercepat hentakan penisku jauh lebih
dalam kelubang vaginanya.yang membuat gina semakin menjerit2 kecil
menikmatinya.
Tiba2
dari jauh kulihat seseorang haltebus yang mengarah kegedung parkir
diseberang jalan tampaknya melihat adegan yang kulakukan, dan gina
walaupuan daritadi merem melek menikmati permainanku menyadari ada
seseorang yang ikut menikmati tubuhnya dari jauh. “om ada orang tuh
dihalte ngeliatin kita, tapi aku udah nggak kuat om dikit lagi mau
keluaarr. Ah biarin ajaaaahhh…” jawabnya yang tampak semakin bernafsu
karena dilihat orang tersebut. Akupun semakin bernafsu mempertontonkan
adegan mesra ini keorang tersebut yang semakin membuatku terpacu.tiba2
“ahhhh ahhhh ahhh” gina merintih dan kurasakan vaginanya mengeluarkan
cairan yang sangat banyak dan akhirnya gina terdiam lemas walaupun aku
tetap memacu penisku kevaginanya. Akupun menghentikan aksiku. “duh om
udah nggak kuat, om lanjutin sama gita aja yah..” katanya dengan
tersenyum penuh kepuasan. “Iyah nggak papa sayang,tapi kamu disini aja
ya temenin om main dengan adikmu ini” kataku sambil menjulurkan rok gina
sehingga menutupi bagian bawah tubuhnya lalu kubalikkan tubuhnya kucium
mesra, dan kupandangi adiknya.
“ihh
omm kan udah sama kak gina tadi, aku dicuekin, daritadi udah nggak
tahan om” katanya dengan cemberut nakal. Ternyata walaupun payudara gita
sedikit lebih kecil dari kakaknya, namun hasrat sexnya jauh melebihi
kakaknya. “gita juga mau om, ayo cepet tu orang dihalte depan lagi
ngeliatin, gita udah nggak tahann ayo omm cepettt” kata gita memelas.
Wah ternyata adiknya jauh lebih agresif dan maniak dari kakaknya. Akupun
langsung menancapkan penisku kevagina gita dari belakang yang sudah
memasang posisi menunduk dengan menumpukan tangannya pada jeruji besi
didinding gedung parkir ini.sambil kugenjot vaginanya, kuremas2 payudara
kiri gita dari belakang dengan tangan kiriku sementara tangan kananku
kugunakan untuk memeluk gina sambil mencium bibirnya dan meraba2
payudaranya.tak disangka gita ternyata begitu exebisionis, dalam
genjotanku dia melambaikan tangan dan tersenyum genit kepada lelaki yang
menatap aksi kita dari tadi.akupun tak peduli terus saja kupermainkan
vaginanya.
Tapi
lama kelamaan aku bosan dengan posisi ini, kubalikkan tubuh gita, dan
kugendong lalu kududukkan ditepi kap depan mobil jeepku dan kusandarkan
gina berdiri disampingnya, akupun melanjutkan aksiku menancapkan penisku
kevagina gita sambil mencium dan menjilat jilat putting payudaranya
bergantian dengan mencium bibir gina kakaknya, sambil tangan kiriku
meremas2 payudara gina.ohhh sungguh berlipat2 rasanya menikmati tubuh
dua orang gadis kembar yang masih mengenakan jilbab putih namun 4 buah
payudara mereka terbuka bebas dan sedang kujamah, sedangkan vagina gita
sedang kunikmati dengan penisku dan vagina gina sesekali kuremas2 dari
balik rok yang kuangkat keatas.
Tak
lama kemudian, gitapun mencapai titik puncaknya,dia menggelinjang dan
mendongak keatas sambil memeluk kepalaku diantara dua buah payudaranya
dengan erat dan tiba2 tiga kali kurasakan semprotan cairan didalam
vagina gita bersamaan dengan semprotan spermaku didalamnya..
“aahahhchhhhh ommmm aku ahhhhh” jeritnya… ginapun hanya tersenyum
melihat ulah adiknya yang sedang dalam titik puncaknya. Setelah beberapa
saat kurapihkan pakaian kedua gadis kembar ini, kurapihkan rok mereka,
lalu kukancingkan kembali baju mereka, kujulurkan lagi jilbab mereka
menutupi payudara dan vagina yang kini tak mengenakan bh dan celana
dalam.
“Yuk
kita belanja, kita nonton juga yuk, nanti kita lanjut lagi dirumah om
yah” kataku genit. Gina dan gita hanya tersipu malu. Lalu kedua gadis
kembar ini kurangkul dan kuajak kedalam mall sambil dengan nakalnya
kuraba payudara mereka yang kali ini dengan mudah kuplintir dari luar
pakaian mereka putting yang menonjol dibalik bajunya, namun sengaja
ditutupi jilbab mereka agar tak ketahuan, namun buah dada buah dada yang
tak disanggah itu tampak lebih menggoda bergoyang goyang dibalik
pakaian mereka walaupun sudah ditutupi jilbab, gesekan demi gesekan dan
remasan tanganku dipayudara mereka sungguh nikmat, walaupun batang
kemaluanku sudah lemas, tapi aku masih ingin menikmati tubuh gadis
kembar berjilbab ini.
Kamipun
masuk kedalam mall dan mulai jaga image, gina dan gita jalan
disampingku dengan biasa2 saja agar tak terlalu menarik perhatian..
kamipun menuju bioskop dilantai atas dan membeli tiket film, tapi
sebelum masuk ke bioskop, gita mengajak kakaknya ketoilet untuk
membersihkan sisa2 cairan vagina dan spermaku yang masih membasahi
vagina nya. Kumpulan foto - foto artis dan model seksi Bugil, Kumpulan
Cerita Seks Bergambar, Kumpulan Cerita Seks Artis Indonesia, foto seksi,
foto bugil, foto topless, foto artis indonesia bugil, 3gp, mp4 bugil,
foto bokep, wanita telanjang, wanita bugil, cewek telanjang, cewek
bugil, mp4 bokep indonesia, 3gp bokep asli indonesia
3gp
seks indo, 3gp, sex indo, 4gp sex indo, 4gp seks indo, Foto Artis
Indonesia Bugil Telanjang, Foto Hot Artis Telanjang, Video Mesum Artis
Indonesia, Video seks Artis Indonesia, Foto Oriental Artis Telanjang ,
Foto Artis Seksi Dunia, Foto Topless Artis Bugil, Foto Telanjang Artis
Dunia, Foto Bugil, 3gp mesum indonesia, 3gp bokep indonesia, mp4 sex
indonesia, mp4 seks indonesia, 4gp bokep indonesia, download video bokep
indonesia terbaru, video foto artis indonesia bugil terbaru, video foto
artis indonesia telanjang, sex melayu, sex indonesia, smu bugil, gadis
bugil, buka perawan, seks melayu, seks indonesia, cerita seks terbaru,
cerita seks artis indo, cerita sex artis indonesia, cerita sex 17
tahunku, cerita seks 17 tahun, erita seks terbaru, cerita seks anak
kuliah, cerita sex anak kuliah, cerita seks mahasiswa, cerita seks
mahasiswi, cerita sex mahasiswa, cerita sex mahasiswi, cerita seks anak
kost, cerita sex anak kost, dan cerita 17 tahun anak 17 tahun.
Tamat